Jelang Pelantikan, Protes Pilkades Terus Mengalir

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Menjelang pelantikan calon kepala desa (Cakades) terpilih hasil pemilihan kades (Pilkades) serentak tahap pertama Kabupaten Purworejo tahun 2017, protes terhadap hasil Pilkades terus mengalir. Protes Pilkades ditujukan kepada panitia yang dinilai tidak proporsional, dan cenderung memihak kepala salah satu calon.

Dari hasil Pilkades yang digelar serentak akhir Oktober lalu, tercatat sudah ada tiga desa yang mengajukan protes. Setelah Desa Rasukan di Kecamatan Ngombol, menyusul Desa Tanjung Anom Kecamatan Banyuurip. Dan kini protes juga datang dari Desa Aglik Kecamatan Grabag.

Pilkades Aglik diikuti tiga calon masing-masing Arti Wibi Mulyati SH berhasil meraih 451 suara, Suparti SPd 300 suara, dan Basiyo 521 suara dan langsung ditetapkan sebagai Cakades terpilih oleh pihak panitia.

Namun dari hasil Pilkades ini, tim dari calon Arti Wibi Mulyati belum bisa menerima hasil itu karena dinilai terdapat beberapa kejanggalan yang dilakukan pihak panitia. Beberapa gajalan itu diantaranya menjelang pelaksanaan Pilkades, tidak ada sumpah panitia. Tidak ada sortir kartu suara, sehingga terdapat sekitar 75 suara dianggap tidak sah karena terdapat noda tinta tiga titik di bawah garis gambar calon nomor satu.

“Kartu ini oleh panitia dianggap tidak sah,” kata Bimo Winarso, tim sukses dari Cakades Arti Wibi Mulyati, Minggu  (3/12/2017).

Disamping itu juga tidak ada penghitungan surat suara ulang setelah pelaksanaan pencoblosan. Atas berbagai dugaan pelanggaran itu, Bimo Winarso mendesak untuk digelar Pilkades ulang.(Nar)

BERITA REKOMENDASI