Jembatan Gantung Ubah Nasib Warga Sawangan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Toni Ruttimann melanjutkan aksi sosialnya membangun jembatan di Kabupaten Purworejo, Senin (22/8). Kali ini ia membangun jembatan gantung Sungai Sawangan Desa Sawangan Kecamatan Pituruh.

 

Jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 160 sentimeter itu selesai dirakit selama enam jam. "Saya tidak menyangka, tadi pagi baru ada tiang pancang, siangnya jembatan sudah bisa dilintasi," ungkap Sisum, Kepala Desa Sawangan, kepada KRjogja.com.

Menurutnya, proses pembangunan jembatan berlangsung cepat berkat peran besar Toni Ruttimann. Warga Swiss itu bertugas merakit lantai jembatan dibantu seorang penduduk Sawangan. Sementara puluhan warga Sawangan, Kapiteran, Kaligondang dan Kaliglagah membantu memasang pelat baja. "Kerjanya sangat cepat, tidak banyak bicara dan tidak mau berhenti sebelum pekerjaannya selesai, sangat efektif," tegasnya.

Jembatan gantung tersebut, kata Sisum, merupakan impian warga selama puluhan tahun. Pemerintah pernah berupaya membangun jembatan sekitar tahun 1970-an, namun usaha itu gagal. "Sejak itu tidak pernah ada usaha meneruskan pembangunan, hingga berkembang mitos bahwa lokasi itu tidak mungkin dibangun jembatan. Namun sekarang Pak Toni hadir membantu membangun jembatan yang akan mengubah nasib warga Sawangan," tuturnya.

Jembatan memudahkan akses warga di sembilan desa Kecamatan Pituruh dan Kemiri. Mereka tidak perlu memutar jauh atau menyeberangi sungai untuk menuju Kecamatan Pituruh atau Purworejo.

Toni Ruttiman mengatakan, pembangunan jembatan cepat karena dirinya membuat sistem yang memudahkan selesainya konstruksi. Selain itu, Toni membangun jembatan tanpa kenal lelah dan istirahat. "Satu frame lantai jembatan ditarget selesai enam menit, kalau konstruksi sepanjang 50 meter butuh sekitar 30 frame, waktunya sekitar 180 menit," ucapnya.

Selain itu, kecepatan tergantung peran warga yang membantu proses perakitan. "Untuk Purworejo, saya sangat mengapresiasi, mereka bersemangat sekali, tidak kenal lelah dan tidak banyak bercanda," tandasnya.

Sebelum membangun jembatan gantung di Sawangan, Toni Ruttimann merakit akses serupa di Desa Pekutan dan Tangkisan Kecamatan Bayan. Setelah itu, Toni melanjutkan perjalanan ke Pati untuk membantu warga setempat. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI