Jembatan Penghubung Pakem-Rendeng Putus

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Jembatan penghubung antardesa di Desa Rendeng Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo putus, Rabu (27/1) pagi. Akses yang menghubungkan Desa Rendeng dengan Pakem Gebang itu putus setelah tergerus arus deras saluran irigasi yang mengalir di bawahnya.

Saluran irigasi tersier di tepi jalan alternatif penghubung dua desa itu banjir setelah hujan lebat mengguyur desa. “Jembatan itu berada di atas saluran buang, jadi ketika banjir air melimpas masuk saluran buang,” kata Pj Kades Rendeng Sugiarto, kepada KRJOGJA.com.

Air deras itu menggerus tanah di bawah fondasi, hingga bangunan penopang itu ambrol. Badan jembatan sepanjang dua meter dan lebar tiga meter, amblas ke dasar saluran.

Meski berada di Rendeng, lanjutnya, jembatan itu banyak dimanfaatkan warga Desa Pakem. Warga Pakem memanfaatkan ruas itu untuk menuju Kota Purworejo. Jalur itu menjadi akses ekonomi bagi warga Pakem.

Pemerintah desa bersama babinsa Koramil Gebang mengecek lokasi jembatan. Pj Kades Rendeng mengirimkan surat laporan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Camat Gebang, Danramil Gebang, dan Kapolsek Gebang. “Isinya laporan sekaligus meminta bantuan kepada DPUPR agar bisa dibangunkan akses yang baru,” ungkapnya.

Pemdes Rendeng juga membuka komunikasi dengan pihak Desa Pakem untuk bisa membantu dalam membangun akses darurat pengganti jembatan yang putus. Pasalnya, kata Sugiarto, meski berada di Rendeng, jembatan itu merupakan akses vital bagi warga Pakem. Warga Rendeng hanya memanfaatkan akses itu ketika menuju ke sawah. “Kami harap kita bisa bersama membangun akses darurat, yang penting jembatan itu dapat digunakan hingga kelak dibangun permanen,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI