Jembatan Putus Isolir Warga Empat Desa

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO (KRjogja.com) – Jembatan darurat di Sungai Wungu Dusun Gemawang Desa Awu-Awu Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo putus diterjang banjir. Akibatnya, warga Desa Awu-Awu, Bojong dan Cokroyasan Kecamatan Ngombol serta Harjobinangun Grabag, kesulitan akses.

Sungai tersebut mengalami banjir besar setelah hujan deras mengguyur wilayah perbukitan Purworejo. "Air sungai naik hingga melampaui lantai jembatan, karena banjir juga membawa sampah, akhirnya bangunan rusak," ungkap Marwanti (33) warga Dusun Gemawang, kepada KRjogja.com, Senin (26/09/2016).

Jembatan darurat sepanjang 20 meter tersebut tidak sepenuhnya putus. Namun lantai jembatan dari bambu melengkung akibat tidak kuat menahan derasnya air. Kendati demikian, jembatan itu tidak dapat digunakan warga.

Padahal jembatan merupakan akses utama yang digunakan ratusan warga. Petani Harjobinangun, Bojong dan Cokroyasan melintasi jembatan itu untuk menuju sawah garapan mereka. Sedangkan puluhan pelajar Desa Awu-awu melintasinya untuk berangkat dan pulang sekolah.

Warga lain, Iin Suprapti (34) mengatakan, warga harus memutar hingga dua kilometer lewat Cokroyasan dan Kaliwungu Kidul. "Kalau mau antar anak sekolah harus memutar," ucapnya.

Jembatan darurat dibangun secara swadaya untuk mengganti akses permanen yang putus akibat banjir tahun 2013. Menurutnya, warga dua kali membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu. "Tapi keduanya putus kena banjir," katanya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI