Jembatan Sungai Jatinegara Kecamatan Buayan Ambrol

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Jembatan Sungai Jatinegara di Desa Rogodono Kecamatan Buayan Kebumen, Rabu (18/10/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Jembatan ambrol pada sebagian badan jalan dan leneng sayapnya beserta talud dan bronjong di sampingnya.

"Panjang leneng sayap jembatan beserta badan jalan yang ambrol sekitar 25 meter. Sedangkan talud dan bronjong yang ambrol setinggi 10 meter," ungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Hanna Widiawati MT di Rogodono, Kamis (19/10/2017).

Berdasarkan pemeriksaan kondisi jembatan pada Kamis pagi, kondisi konstruksi jembatan yang tak ambrol masih cukup kondusif untuk dilewati kendaraan. Hanya saja, lebar badan jalan yang bisa dilewati menjadi lebih sempit, dari 6 meter menjadi 3 meter.

Para pengendara pun harus ekstra hati-hati saat melewatinya. Bagian jembatan yang tak boleh dilewati di beri pembatas dengan garis polisi. "Sedangkan nilai kerusakan beserta perkiraan biaya rehabnya kini sedang kami hitung," ujar Hanna.

Sedangkan menurut Kasi Sungai DPUPR Kebumen, Syaiful Amri MT, ambrolnya sebagian jembatan tersebut disebabkan longsornya tebing sungai di samping jembatan dengan kondisi longsor yang cukup parah.

"Tebing sungai tersebut longsor karena tak kuat menahan gempuran arus sungai yang sangat deras, lalu berdampak pada ambrolnya sebagian badan jalan dan leneng sayap jembatan. Adapun arus deras sungai disebabkan tingginya curah hujan di bagian hulu sungai," jelas Syaiful.

Diungkapkan, dengan longsornya tebing Sungai Jatinegara tersebut maka di minggu ketiga Oktober 2017 terdapat 3 sungai di Kebumen yang bermasalah, yaitu Sungai Jatinegara, Kedungbener dan Karanganyar. "Tiga sungai ini bermasalah karena kapasitas dalam menampung debit air yang tinggi kini
menurun jauh dan harus dinormalisasi," jelas Syaiful. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI