Jika Terbukti Cemari Sungai, Bupati Akan Tutup PT SMA

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bupati Temanggung Al Khadziq mengancam menutup sementara pabrik tekstil, PT Sumber Makmur Anugerah (SMA) di Pringsurat jika terbukti kembali mencemari sungai Elo hingga ikan di tempat tersebut mati.

“Jika ikan mati karena limbah pabrik maka pabrik sudah melanggar aturan dan pabrik ini jika perlu ditutup sementara,” kata Bupati Al Khadziq, Selasa (17/11/2020).

Dia mengatakan pada Senin kemarin, ikan di sungai Elo terutama yang dibawah tempat pembungan limbah kedapatan mati. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengambil sampel air dan ikan untuk diteliti di labolatorium, apakah pencemaran kali ini karena limbah atau karena faktor lain.

Disampaikan beberapa waktu lalu, pemerintah telah memperingatkan perusahaan tersebut karena kedapatan mencemari sungai Elo. Perusahaan diberi waktu 180 hari, untuk memperbaiki IPAL, selama itu dalam pengaawasan DLH.

Kepala DLH Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono tim sedang bekerja menyelidiki kasus kematian ikan di sungai Elo di bawah pembuangan limbah pabrik tekstil PT SMA. “Berdasarkan pemeriksaan terhadap pembuangan limbah pabrik tekstil pada pekan lalu juga telah menunjukkan peningkatan,” kata Entargo.

Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, katanya, ada beberapa kasus pencemaran pabrik tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menekan pabrik. Tetapi semua itu perlu pembuktian.

“Kami akan menunggu hasil penelitian sampel lab di Semarang. Jika penyebab kematian ikan-ikan di sungai tersebut akibat limbah pabrik maka akan ditindaklanjuti, ” kata dia.

Senin pagi ikan-ikan di aliran Sungai Elo di Dusun Jurangsari, Desa Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, ditemukan mati. Seorang warga Dusun Jurangsari, Dwi Santoso, mengatakan sejumlah ikan mati di Sungai Elo tersebut diketahui warga sekitar pukul 05.30 WIB.

“Ikan mati tersebut dikumpulkan oleh warga, sebagai barang bukti. Total ada 50 kilogram lebih ikan yang ditemukan mati tersebut,” katanya.

Atas kejadian tersebut, katanya, warga melaporkannya kepada aparat, termasuk petugas dari Dinas Lingkungan Hidup yang kemudian mengambil sampel air maupun ikan guna diperiksa di laboratorium. “Ikan yang ditemukan mati tersebut, berada di bawah aliran pembuangan limbah pabrik tekstil. Ikan diatas pembuangan limba tidak mati,” kata dia.

Dikemukakan sejak diterbitkannya surat peringatan dari Bupati Temanggung beberapa waktu lalu, pabrik tekstil ternyata masih membuang limbah ke sungai terutama pada malam hari. (Osy)

BERITA REKOMENDASI