‘Jogo Tonggo’ Bagi Wanita Tani

Dia mengatakan yang sakit adalah sesama wanita tani. Maka itu rekan-rekannya berusaha terus berempati, menguatkan semangat hidup. ” Yang terpenting sekarang adalah kepedulian tetangga. Kami bersama dalam suka dan duka dalam bermasyarakat,” ucap dia sambil mengikat kangkung.

Riuh rendah, tawa dan canda serta pembahasan terkait Covid-19 terlontar. Usai mengikat dan mengemas paket yang akan disedekahkan, rombongan kecil yang dipimpin Kepala Desa Trasan itu berjalan kaki menuju ke rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Diserahkannya sedekah tersebut. Warga dicek kondisi tubuhnya dan ditanya kebutuhannya. Sedang Kepala desa menyampaikan nasehat dan doa kesembuhan.

Kadus Bugangan Seneng Sujarwati mengatakan ‘Jogo Tonggo’ sebagai sebuah kearifan lokal yang diwariskan dari nenek moyang, yakni saling peduli dan menjaga tetangga. Yang di masa pandemi Covid-19 ini diantaranya dengan bersedekah bahan makanan bergizi hasil budidaya pertanian pada tetangga dan rekan yang tengah terkena musibah. Sedekah itu seperti sayuran, buah, lauk pauk dan beras.

” Sedekah tiap dua hari sekali, untuk kecukupan gizi berimbang yang dibutuhkan untuk kesembuhan.

Pemberian dua hari sekali untuk mengurangi resiko terpapar,” kata dia.

Tetapi, lanjutnya, pemeriksaan kesehatan sehari sekali oleh kader kesehatan desa. Sedang komunikasi dengan warga dan tetangga tetap terus berjalan, dengan memanfaatkan telpon genggam atau pemantauan visual mengingat di kampung jarak antar rumah tidak begitu jauh dan tidak ada batas pagar tembok.

“Kami berusaha menguatkan mental spiritual dan semangat hidup. Kami menunjukkan tetangga adalah saudara, yang selalu ada, bebrayan bermasyarakat. Guyup rukun, kegotongroyongan tetap terjaga,” kata dia.

BERITA REKOMENDASI