Jogo Tonggo Program Strategi Penanganan Covid-19

PURWOREJO, KRJOGJa.com – Program Jogo Tonggo yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dalam penanganan pandemi covid-19 dinilai menjadi sebuah strategi yang sangat baik guna merelaksasi pasien yang masuk rumah sakit. Warga terpapar diharap bisa menjalankan protokol dengan isolasi mandiri yang telah diatur pemerintah.

“Mohon Purworejo tetap bisa mengikuti protokol kesehatan yang ada dalam buku panduan pusat, sehingga terjadi relaksasi rumah sakit karena tidak harus merawat pasien yang tanpa gejala,” kata Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyatno SpB MARS, Sabtu (3/10).

Ungkapan Jajang Edi Priyatno ini disampaikan saat dirinya besama Team Task Force Kemenkes RI hadir di Purworejo guna menjalankan amanat Presiden untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Jateng. Rombongan diterima Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA beserta sejumlah pimpinan OPD terkait diruang Arahiwang Setda setempat.

Dijelaskan, dengan berkembangnya situasi penambahan angka terkonfirmasi Covid-19 yang semakin meningkat, maka konsep Testing, Tracing dan Treatment (3T) kedepan akan berubah menjadi Sign, Tracing dan Treatment (STT). ”Sebab jika konsep 3T terus dilakukan akan semakin membebani anggaran negara untuk testing seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Pjs Bupati Yuni Astuti menegaskan, bahwa Pemkab Purworjeo terus melakukan sosialisasi secara massif tentang protokol kesehatan dan new habit dengan pendekatan persuasif dan edukatif.

Disamping pula bahwa Purworejo terus melakukan kegiatan penegakan hukum di pusat aktivitas keramaian masyarakat. Bahkan dalam penegakan hukum ini didapat 1.763 pelanggar, terdiri 1.058 pelanggar dikenai sanksi administrasi dan 705 pelanggar dikenai sanksi sosial.(Nar)

BERITA REKOMENDASI