Jualan di Saluran Irigasi, Pedagang Menolak Pindah

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN (KRjogja.com) – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menertibkan seratus pedagang yang menempati trotoar dan saluran irigasi di bagian timur Pasar Wonokriyo Gombong hingga Selasa (09/08/2016), belum berhasil. Pemkab melalui Satpol PP Kebumen sudah memberikan dua surat peringatan, namun pedagang tetap bersikeras menolak membongkar lapak mereka dan pindah ke area pasar yang diperuntukkan untuk berjualan.

"Sudah berulangkali kami meminta mereka membongkar lapak mereka dan pindah ke los pasar, disusul dengan pemberian dua kali surat peringatan, namun belum diindahkan. Selain menempati fasilitas umum secara ilegal, juga menambah semrawut dan kekumuhan di sekitarnya," ungkap Kepala Satpol PP Kebumen, RI Ageng Sulistyo Handoko SIP di Gombong, Selasa (09/08/2016).

Dalam surat peringatan kedua, pedagang diminta membongkar bangunan-bangunan darurat atau bedeng yang terbuat dari kayu milik mereka pada Kamis (11/08/2016). Namun hingga Selasa (09/08/2016) siang, belum satupun pedagang yang menyatakan siap memenuhi peringatan itu. "Bila sampai Kamis lusa mereka belum mau pindah, kami akan layangkan surat peringatan ketiga," ujar Ageng.

Para pedagang pun memberikan alasan tentang penolakan mereka pindah dari lokasi itu, karena di tempat mereka yang lama lokasinya kurang strategis untuk berjualan dan sepi pembeli. "Kami mau pindah bila ditempatkan di lokasi yang ramai pembeli. Namun sampai hari belum ada penjelasan kemana kami mau dipindahkan," ujar salah satu pedagang, Ny Parimun.

Pedagang lainnya, Paini, menjelaskan bahwa mereka sudah 10 tahun  menempati lokasi itu. Bersama lima rekannya ia membuat bedeng kayu di atas saluran irigasi. Di bedeng itulah disimpan barang dagangan yang setiap harinya dijajakan di atas trotoar di depan bedeng. Jumlah bedeng kayu tersebut mencapai puluhan. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI