Jumlah Kecamatan Zona Merah di Kebumen Bertambah

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Memasuki minggu keempat November 2020, Kebumen masih bertahan dengan status zona merah Covid-19 di antara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Adapun di lingkup wilayah Kabupaten Kebumen, jumlah kecamatan zona merah bertambah dari 1 kecamatan (Karanganyar) menjadi 4 kecamatan yaitu Karanganyar, Adimulyo, Ambal dan Mirit.

Kabid Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, Cokro Aminoto, menyebutkan bahwa di antara 26 kecamatan di Kebumen hanya ada 1 kecamatan yang berhasil menurunkan statusnya menjadi zona hijau yaitu Kecamatan Rowokele.

“Namun di skala desa, jumlah desa yang berstatus zona merah masih cukup banyak, yaitu ada 12 desa yang tersbar di Kecamatan Sempor, Ayah, Karanganyar, Adimulyo, Petanahan, Ambal, Kutowinangun, Kebumen dan Mirit,” ujar Cokro Aminoto, dalam rilisnya, Senin (23/11/2020).

Hingga Senin siang total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kebumen 2.132 orang, 549 orang diantaranya merupakan penderita berstatus OTG (orang tanpa gejala) yang menjalani isolasi mandiri, 160 orang dirawat di berbagai rumah sakit di Kebumen, 4 orang dirujuk ke rumah sakit luar Kebumen. Terkonfirmasi meninggal 62 orang dan terkonfirmasi sembuh 1.357 orang.

Terkait masih bertahannya Kebumen di zona merah Covid-19, Satgas mencatat adanya data yang cukup memprihatinkan. Diantaranya, dalam sehari pada Minggu (22/11/2020) terjadi adanya penambahan 165 orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, pada Kamis (19/11/2020) dalam sehari bertambah 83 orang dan pada Rabu (18/11/2020) sehari bertambah 111 orang.

Selain itu, Satgas juga berhasil mengidentifikasi suspek yang pada Senin (23/11/2020) berjumlah 58 orang, 27 orang diantaranya dirawat di rumah sakit, 1 orang di rujuk ke rumah sakit luar Kebumen dan 30 orang menjalani isolasi.

Demikian pula, probable teridentifikasi berjumlah 131 orang, 78 orang diantaranya dirawat di rumah sakit dan 53 orang meninggal dunia. Adapun warga yang menjalani uji PCR ada 14.565 orang, 186 orang diantaranya masih menunggu hasil uji laboratorium. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI