Kabupaten Magelang Realisasikan Satu Desa Satu PAUD

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemkab Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Seminar Nasional dan Pameran Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, di Pendopo Drh Soepardi Komplek Pemkab Magelang Kamis (20/12/2018). Sebelumnya, pemerintah daerah berhasil mewujudkan satu desa satu PAUD pada 2015 lalu.

"Kualitas tumbuh kembang usia dini pengaruhi kualitas anak dimasa yang akan datang. Masa emas harus digarap dengan baik termasuk di Kabupaten Magelang untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Haryono, dalam kegiatan Pembukaan Seminar Nasional dan Pameran Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. 

Kegiatan seminar itu diikuti oleh 125 orang dari berbagai unsur terkait. Dengan narasumber Ketua Giga Indonesia Prof Euis Sunarti. Direktur Bina Balita dan Anak, Dra Edi Ratnawati. Psikolog dari RSJ Prof dr Soerojo Magelang, Arum Widinugraheni. Kegiatan tersebut sekaligus dalam rangkaian launching PAUD HI dengan tema "Mewujudkan Generasi Emas melalui Layanan PAUD HI" kemarin. 

Adapun untuk arti dari Holistik Integratif, lanjut Haryono, harus ada net working jaringan SKPD terkait, untuk mendukung pengembangan anak usia dini. "Banyak SKPD yang dilibatkan, seperti Dinas Kesehatan, Dinsos PPKB dan PPPA, Disdukcapil, Dispermades, Kepolisian, RSJ dan lain-lain. Sehingga semua unsur turut berkontribusi dalam pendidikan anak usia dini," ungkap Haryono. 

Sedangkan aspek perkembangan anak usia dini meliputi, nilai moral agama, kognitif, psikomotorik, seni bahasa, sosial dan emosional. Yang harus dipadukan dengan empat unsur holistik integratif yaitu pendidikan, gizi kesehatan, perlindungan dan pengasuhan. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Penggerak PKK dan Bunda Paud Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, mengatakan, kegiatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang tersebut merupakan bagian dari program Paud holistik nasional. "Bagaimana pun pentingnya program Paud holistik, kebutuhan eksensial atau kebutuhan dasar anak terakomodir. Didukungan pula dengan kebijakan pemerintah dalam Paud holistik, guna penguat kerja bersama SKPD terkait, proses regulasinya nanti akan jadi Peraturan Bupati," imbuh Tanti. 

Dalam kegiatan tersebut digelar  50 stand pameran dari PGTK, Himpaudi, Ikatan Guru Raudhatul Athfal, Kepolisian, Taman Baca Masyarakat dan lain sebagainya.(Bag) 

BERITA REKOMENDASI