Kades dan Sekdes Tilep Dana Desa Rp 1 Miliar

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Seorang kepala desa (Kades) dan sekretaris desa (Sekdes) di Kabupaten Purworejo diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana desa (DD). Akibat perbuatan ini, desa tidak bisa menikmati pembangunan infrastruktur, dan negara dirugikan hingga Rp 1.039.859.456.

“Ada beberapa kegiatan fisik yang tidak direalisasikan, namun tetap ada dalam RAB, bahkan ada yang dobel anggaran,” kata Kapolres Purworejo melalui Kasatreskrim AKP Agil Widiyas Sampurna SIK MH, Jumat (04/09/2020).

Tersangka Kades Wonosari Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo SD (44) dan Sekdesnya Utg (49). Keduanya kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Purworejo untuk mempertanggungjawabkan perbutannya.

Menurut Agil Widiyas Sampurna, perbuatan tersangka ini berawal dari pengelolaan DD yang tidak dilakukan kepala urusan (Kaur) keuangan tetapi setelah seluruh dana ditarik dari Rekening Kas Desa oleh SD dan Utg, dana itu diserahkan dan dikelola oleh Utg.

Namun dalam pelaksanaan kegiatan baik pembangunan fisik maupun non fisik tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Dalam pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dibuat tersangka Utg dan tidak sesuai realisasi sebenarnya karena hanya disesuaikan dengan RAB, bahkan ada anggaran kegitan fisik yang sama sekali tidak dilakukan namun tetap ada di RAB,” jelas Agil Widiyas Sampurna.

Perbuatan tersangka ini dilakukan dalam kurun waktu tahun anggaran 2016 hingga 2018. Pihak kepolisian menyita barang bukti (BB) diantranya dokumen yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan desa (rekening desa, APBDes, Perdes, SPJ dan lainnya). Juga kwitansi pembayaran material, kwitansi Toko Sari Snack, Selo Jati dan lainnya.

Tersangka dapat dijerat dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (Nar)

BERITA REKOMENDASI