Kakanwil KumHAM Jateng Buka Pelaksanaan Rehabilitasi di LP Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah Drs H Tarsono BcIP membuka pelaksanaan rehabilitasi sosial dan medis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di LP Kelas IIA Magelang, Rabu (15/01/2020). Dalam pembukaan ini Kakanwil Hukum dan HAM Jawa Tengah melakukan pemukulan gong dengan didampingi Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina dan Kepala LP Kelas IIA Magelang Bambang Irawan BcIP SH MH.

Kepala LP Kelas IIA Magelang mengatakan persiapan pelaksanaan rehabilitasi narkotika dimulai dengan kegiatan skrining dan asesmen yang dilakukan pada warga binaan pemasyarakatan yang memiliki sisa pidana minimal 10 bulan. Setelah dilakukan skrining dan asesmen, WBP LP kelas IIA Magelang yang memenuhi kriteria sebagai calon peserta rehabilitasi medis sebanyak 56 orang dan rehabilitasi sosial sebanyak 101 orang.

Untuk memenuhi jumlah target peserta rehabilitasi tahun 2020, LP Kelas IIA Magelang bekerjasama dengan UPT penyangga melalui Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Jawa Tengah. Setelah tim Asesor LP Kelas IIA Magelang melakukan asesmen di beberapa UPT Penyangga didapatkan hasil dari Rutan Temanggung 8 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi sosial, Rutan Wonosobo 1 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi medis dan 12 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi sosial, LP Kelas I Semarang 20 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi medis dan 60 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi sosial, LP Kelas IIA Ambarawa 23 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi medis dan 69 orang WBP memenuhi kriteria rehabilitasi sosial.

"Sehingga jumlah calon peserta rehabilitasi gelombang 1 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang telah memenuhi kuota target peserta yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebesar 250 orang peserta rehabilitasi sosial dan 100 orang peserta rehabilitasi medis," katanya.

Target peserta rehabilitasi tahun 2020 di Lapas Kelas IIA Magelang adalah 700 orang, dengan rincian 500 orang peserta rehabilitasi sosial, dan 200 orang peserta rehabilitasi medis. Masing-masing program akan dijalani selama 6 bulan, sehingga jumlah peserta rehabilitasi akan dibagi menjadi 2 gelombang.

Target kegiatan rehabilitasi sosial adalah warga binaan mampu menunjukkan perubaahan perilaku,terampil dan mandiri. Sedangkan target kegiatan rehabilitasi medis adalah warga binaan dapat pulih dan mandiri.

Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Walikota Magelang diantaranya mengatakan menyambut antusias iselenggarakannya kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk memerangi penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Hal ini penting karena penyalahgunaan narkotika di Indonesia bukan hanya menjadi persoalan hukum, tetapi telah menjadi penyakit bangsa yang sangat kronis dan menjadi musuh masyarakat karena telah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

Dikatakan, Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk mendukung segala upaya memerangi penyalahgunaan narkotika, diantaranya dengan mendorong partisipasi masyarakat melalui pencanangan kampung bebas narkoba di beberapa lokasi, diantaranya di RW 08 Kelurahan Kemirirejo dan Kampung Kluyon (Kramat Utara). (Tha)

BERITA REKOMENDASI