Kaligesing Sumber Bibit Kambing PE

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo ditetapkan sebagai sumber bibit kambing Peranakan Etawa (PE) ras Kaligesing. Penetapan pada tahun 2016 itu membanggakan daerah, namun berpotensi menekan populasi kambing kualitas unggul kualitas bagus dari Purworejo.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Siti Lestari mewaliki Kepala DP2KP Bambang Jati Asmara mengatakan, seluruh pihak harus ikut andil dalam pelestarian ternak unggulan Purworejo itu. "Kami memperkirakan populasi kambing PE Kaligesing total se-kabupaten sampai 60 ribu, ada ternak yang masuk dan keluar daerah," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (8/2).

Menurutnya, jumlah kambing yang keluar dari Kecamatan Kaligesing cukup tinggi dalam setahun. Sedikitnya puluhan hingga ratusan ekor keluar daerah saat hari pasaran di Pasar Hewan Pendem Desa Pandanrejo. Ternak juga keluar lewat proses pengadaan yang diselenggarakan sejumlah daerah di Indonesia.

Untuk mengetahui lalu lintas ternak, pemkab mensyaratkan setiap pedagang yang akan membawa kambing keluar daerah, mengurus Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). "Tujuan utamanya memastikan ternak dalam kondisi sehat, juga untuk pendataan populasi, maka SKKH wajib bagi para pedagang ternak," tegasnya.

Kendati demikian, tidak semua pedagang mengurus SKKH. Diperkirakan ada pedagang kecil yang membeli kambing di kandang dan dalam jumlah sedikit, bertransaksi tanpa SKKH. "Padahal tidak berbayar juga, SKKH gratis," ucapnya.

Upaya meningkatkan populasi Kambing Kaligesing dilakukan dengan menyalurkan bantuan bibit berkualitas untuk kelompok peternak. Dinas mengalokasikan bantuan sepuluh indukan betina dan satu pejantan untuk sepuluh kelompok peternak pada tahun 2019. "Selain berupa indukan, kami juga beri pemahaman kepada peternak tentang tata laksana budidaya kambing, misalnya menjaga kualitas pakan, kandang dan pengelolaan masa kawinnya," tuturnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI