Kampung Cantik Dorong Ketahanan Pangan di Desa

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Program Kampung Cantik dinilai mampu mendorong ketahanan pangan di desa. Program itu memuat berbagai kegiatan turunan antara lain upaya mempercantik desa, pengelolaan sampah, budidaya tanaman pangan dan obat-obatan, serta pengelolaan lingkungan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Prihastyari mengatakan, TP Penggerak PKK dan Dinas Lingkungan Hidup menggagas Kampung Cantik dengan titik berat pada upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan ketahanan pangan. “Jadi tidak hanya sekadar ingin dipandang cantik saja, namun memiliki makna yang luas untuk kepentingan masyarakat terutama dari keluarga kecil,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, disela penyerahan penghargaan Kampung Cantik Kecamatan Bruno, di Desa Kemranggen, Selasa (13/04/2021).

Menurutnya, dalam upaya pelestarian lingkungan, masyarakat Kampung Cantik harus dapat mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Masyarakat harus memilah sampah dan memisahkan antara organik dan anorganik.
Pemilahan dan dilanjutkan pemrosesan, lanjutnya, akan meningkatkan potensi pendapatan masyarakat. “Misalnya, ada nilai tambah dari sampah yang diolah menjadi pupuk dan dijual untuk pemasukan keluarga,” ucapnya.

Selain itu, ketahanan pangan juga dapat dibentuk lewat program Kampung Cantik. Masyarakat menanam aneka sayuran dan tanaman obat untuk mencukupi kebutuhan sendiri. “Kalau mau memasak, sayurnya tinggal petik. Budidaya tentunya juga bisa menjadi sumber tambahan pemasukan keluarga,” katanya.

Adapun infrastruktur yang dibenahi dalam program itu antara lain drainase, sumur resapan, dan biopori. Fatimah mencontohkan, Kampung Cantik Desa Rejowinangun Kecamatan Kemiri yang sudah maju dan menjadi rujukan kunjungan masyarakat berbagai daerah.

Dikatakan, pemanfaatan lingkungan lewat Kampung Cantik merupakan bentuk terobosan yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi pandemi. “Pandemi membatasi ruang gerak masyarakat. Namun di sisi lain, wabah ini justru harus dapat dimanfaatkan, kita harus lebih kreatif menumbuhkan berbagai hal baru di lingkungan sendiri,” tegasnya.

Camat Bruno Netra Asmara Sakti menuturkan, lomba Kampung Cantik bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat disemua desa, sebagai implementasi program kampung cantik Dinas LH dan PKK kabupaten. “Memacu semangat masyarakat untuk selalu kreatif meski situasi sekarang masih pandemi,” ujarnya.

Dalam lomba tersebut, Juara I diraih Kampung Cantik Desa Kemranggen, disusul Desa Brunosari, Gunung Condong, Brunorejo dan Plipiran.(Jas)

BERITA REKOMENDASI