Kandang Belum Penuhi Syarat, ‘Ngingu Bareng’ Urung Jalan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Program kemitraan Ngingu Bareng Domba yang digagas Koperasi Konsumen Induk UMKM Indonesia (KOIN) di Kabupaten Purworejo, masih belum berjalan. Koperasi belum juga mengisi domba karena sebagian kandang yang dibangun para kontraktor belum memenuhi syarat yang ditetapkan.

Padahal program yang dicanangkan pada Agustus 2019 itu sudah digadang-gadang ribuan warga Purworejo yang menjadi mitra KOIN. “Memang sampai sekarang belum diisi, kemarin kami ujicoba pengisian di Desa Karangwuluh Kecamatan Kutoarjo. Namun ketika diisi domba dan dievaluasi, ketahuan kalau kandang tidak memenuhi syarat kami,” ungkap Pembina KOIN, Dr Reban Mirmorejo, saat berdiskusi dengan wartawan di Purworejo, Kamis (11/03/2021).

Bagian yang dinilai belum memenuhi syarat, katanya, antara lain jeruji yang terlalu longgar sehingga bisa diterobos kambing, serta tempat penampungan urin dan feses domba. Pihak KOIN telah meminta pemilik pekerjaan untuk memperbaiki kandang-kandang tersebut.

Kurang lebih seribuan kandang telah dibangun kontraktor di Kabupaten Purworejo. Namun, lanjut Reban, baru sebanyak 297 kandang siap diujicoba. Salah satunya di Karangwuluh Kutoarjo. “Kandan-kandang ini perlu perbaikan,” tegasnya.

Dikatakan, pengisian domba pun akan dilaksanakan secara bertahap mengingat program itu melibatkan banyak pihak. Namun, Reban menegaskan akan melbatkan pembibitan domba lokal untuk mencukupi kebutuhan pengisian.

Apabila tidak mencukupi, KOIN berencana mengimpor bibit dari Eropa. “Hanya saja kalau impor sekarang belum mungkin, karena kita perhitungkan minimal harus 12.000 ekor dengan ketersediaan minimal 400 kandang. Sedangkan kandang yang siap diisi sekarang belum ada sebanyak itu,” terangnya.

Reban optimis dan meyakini program Ngingu Bareng Domba akan berjalan sesuai tujuan awalnya. Kendati demikian, pihak koperasi belum bisa memastikan kapan akan mulai pengisian domba pada kandang mitra.”Soal waktu pengisiannya, target kami secepat-cepatnya,” tegasnya.

Sebanyak kurang lebih 3.000 warga Purworejo bekerja sama dengan koperasi sebagai mitra Ngingu Bareng. Koperasi menargetkan membangun 10.000 kandang. Namun, sebagian mitra ada yang mengundurkan diri karena kandang yang dibangun tak kunjung diisi. “Tapi saya yakni, jika program kelak berjalan, akan sangat mendukung ketahanan pangan,” ucapnya.

Reban juga menjelaskan terkait polemik antara PT Mega Gemilang Jaya (MGJ) yang merupakan mitra penyertaan modal KOIN, dengan kontraktor pelaksana pembangunan kandang. Menurutnya, pandemi dinilai menjadi faktor utama tersendatnya pembayaran karena bank urung menyalurkan kredit.

“Sepanjang 2020 hampir tidak ada bank yang mengucurkan pembiayaan kepada MGJ, sehingga ada keterlambatan pembayaran. Sekarang skema pembayaran mulai jalan lagi, jadi kami minta juga kepada mitra untuk tidak perlu khawatir,” paparnya.

KOIN juga melangkah dengan menggandeng PT Legon Pari, perusahaan start up pertanian di Jakarta. Perusahaan itu akan mengakuisisi program Ngingu Bareng Domba yang selama ini dikerjakan PT MGJ. Manajemen PT MGJ dan PT Legon Pari telah menandatangani nota kesepahaman. (Jas)

BERITA REKOMENDASI