Kantor PT Rayon Utama Makmur Dirusak Massa

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kerusuhan terjadi di pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jumat (23/02/2018). Massa merusak dan membakar sejumlah bangunan dan fasilitas dibagian depan pabrik. Tuntutan mereka yakni PT RUM ditutup total dan bukan penutupan sementara saja.

Massa awalnya sejak pagi melakukan blokade akses masuk ke PT RUM dengan melakukan penutupan dan mencegat karyawan masuk. Truk dan kendaraan masuk ke PT RUM juga di larang.

Emosi warga mulai terlihat setelah terjadi adu mulut antara massa dengan petugas. Awalnya massa membakar ban bekas di halaman pabrik, namun massa semakin beringas dengan melakukan perusakan dan membakar pos satpam bangunan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan sebuah bangunan prasasti.

Massa yang sempat berhasil masuk di halaman depan pabrik juga merusak pagar besi pengaman dibagian samping PT RUM. Bahkan diduga ada salah satu massa mengggunakan senapan menembak pintu kaca kantor utama PT RUM sampai pecah.

Aksi massa mulai meredasaat koordinator lapangan Bambang Wahyudi datang membawa dan membacakan SK Bupati. SK tersebut dijadikan dasar bagi PT RUM untuk melakukan pembenahan.

Bambang Wahyudi saat membacakan isi SK Bupati mengatakan, tentang pemberian sanksi administrasi dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berupa paksaaan pemerintah dalam bentuk pemberhentian sementara terhadap PT RUM.

“PT RUM wajib memenuhi ketentuan paling lama 18 bulan. PT RUM sekarang tutup sementara. Kalau 18 bulan tidak terpenuhi maka bisa tutup permanen. Keputusan bupati ini berlaku mulai 24 Februari 2018 dan ditetapkan pada tanggal 23 Februari 2018,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sesuai dengan regulasi pengelolaan lingkungan hidup seluruh tahapan telah dilalui. Mulai dari peringatan 1 dan 2 sampai dengan langkah ketiga berupa pemberhentian sementara.

Dalam SK Bupati ada diktum yang mengatur tentang pelanggaran yang dilakukan PT RUM. Diktum berikutnya perbaikan yang harus dilakukan mulai dari fisik bangunan, limbah bau dan sebagaimnya. Secara teknis ada waktu yang harus dilakukan paling lama 18 bulan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, posisi PT RUM sekarang sudah berhenti berproduksi, bau limbah yang dikeluhkan masyarakat juga sudah tidak ada. “Masih dilakukan pengamanan di PT RUM dengan menyiagakan anggota. Massa kami minta bubar setelah dibacakan SK Bupati,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI