Karanganyar Tak Beri Izin Hajatan Mulai Tahun Depan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemerintah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tak memberi izin penyelenggaraan hajatan mulai 1 Januari 2021. Cara ini untuk menekan penyebaran Covid-19 yang dipicu kerumunan.

Hal itu tertuang di surat edaran Camat Karanganyar No 300/607.3/XII/2020 tentang penyelenggaraan hajatan atau keramaian. Di dalamnya memuat tiga poin penting. Yakni penyelenggara acara hanya boleh mengundang maksimal 50 tamu yang tak boleh datang bersamaan. Seluruhnya wajib menerapkan protokol kesehatan. “Poin pertama ini berlaku hanya sampai 31 Desember 2020,” kata Camat Karanganyar, Parman, Rabu (16/12/2020).

Pada poin kedua, pemerintah kecamatan Karanganyar merekomendasi penundaan hajatan sampai situasi memungkinkan. Rekomendasi ini berlaku mulai 1 Januari 2021. Seluruh pimpinan forkopimcam dan lurah se-kecamatan Karanganyar diminta mematuhinya.

Sedangkan poin ketiga, masyarakat dan perangkat pemerintah kelurahan diimbau mengoptimalkan fungsi jogo tonggo. “Angka penyebaran Covid-19 di kecamatan Karanganyar cukup tinggi. Pemerintah meminimalisasi penyebarannya dari pencegahan keramaian. Itu berisiko menambah kasus,” katanya.

Di wilayah ini, jumlah terpapar Covid-19 terbanyak di Kelurahan Bejen sebanyak 19 orang per Selasa (15/12/2020). Akumulasinya di 17 kecamatan sebanyak 370 orang positif. Jumlah meninggal dunia 102 orang. Data ini menunjukkan kasus kematiannya tergolong tinggi.

Mengenai pengetatan hajatan di Karanganyar, Kepala Satpol PP Karanganyar Yophie Eko Jatiwibowo mengapresiasi ketegasan camat. Menurutnya, sanksi dan denda bagi pelanggar protokol kesehatan kurang efektif.

“Memang perlu ditegasi. Apalagi jumlah kasus di Kecamatan Karanganyar paling tinggi. Larangannya harus dipatuhi,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI