Kasus Aktif Covid-19 di Magelang Tinggal 13 Orang

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRJOGJA.com – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Magelang hingga Senin (6/12/2021), mencapai 13 orang. Sebanyak 9 diantaranya menjalani isolasi mandiri dan 4 lainnya, dirawat di beberapa Rumah sakit. Sebelumnya diketahui ada tambahan dua pasien terkonfirmasi sembuh.

“Sampai saat ini masih ada 13 pasien terkonfirmasi. Tadi ada tambahan dua pasien sembuh. Ia berasal dari Kecamatan Secang dan Tegalrejo,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Dengan tambahan ini, kata Nanda, jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi ada 22.941 orang. Rinciannya, 13 dalam penyembuhan, 21.816 sembuh dan 1112 meninggal. “Masih adanya 13 pasien terkonfirmasi ini, menandakan jika pandemi belum berakhir. Jadi mari kita bersama-sama menegakkan protokol kesehatan dimana pun berada. Dan bagi yang belum divaksin, segera saja minta dan mendatangi tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi,” pintanya.

Sementara untuk pasien suspek, hari ini ada tambahan 2 pasien sembuh. Mereka berasal dari Kecamatan Dukun dan Secang. Namun demikian, tadi juga ada tambahan 8 pasien suspek baru. “Dari delapan itu, dua diantaranya berasal dari Kecamatan Mertoyudan dan Muntilan. Kemudian satu orang tersebar di Kecamatan Dukun, Mungkid, Salam dan Srumbung,” ungkapnya.

Sedang jumlah warga yang telah divaksin dosis pertama diwilayah ini, kini telah mencapai 64.80 persen atau 666.935 orang dari 1.029.210 sasaran. “Dari jumlah itu, lansia yang sudah divaksin pertama ada 87.784 orang atau 62.10 persen. Untuk masyarakat umum, ada 413.715 orang atau 61.38 persen. Sedang untuk remaja usia 12 hingga 17 tahun, ada 91.427 orang atau 77.27 persen,” jelasnya.

Untuk vaksinasi dosis kedua, lanjutnya, kini telah mencapai 396.385 suntikan atau 38.51 persen. Sedang dosis ketiga yang dikhususkan untuk tenaga kesehatan, ada 2.898 suntikan atau 0.28 persen.

Sementara itu pemerintah mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam rangka mencegah lonjakan kasus COVID-19. Pengetatan perayaan Nataru pun telah dilakukan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terkait aturan perjalanan dan protocol kesehatan selama liburan, saat ini terdapat tren baru alternatif pengisi liburan yang relatif aman, yakni staycation atau berlibur memanfaatkan fasilitas hotel.

“Prokes adalah keharusan, sebagai cara kita hidup berdampingan dengan pandemi,” tegas Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya belum lama ini.

Nia juga mendorong masyarakat menjadi pejalan yang bertanggung jawab, dengan cara melakukan vaksinasi lengkap serta memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. (Git/Bag)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI