Kasus Aktif di Magelang, Tembus 1419 Orang

Editor: Ary B Prass

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kasus konfirmasi aktif di Kabupaten Magelang, tembus 1419 orang. Hal itu setelah pada Kamis (17/2/2022), bertambah 316 orang. Namun demikian, mayoritas konfirmasi aktif tersebut, saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hanya 99 orang yang di rawat di beberapa rumah sakit diwilayah ini.
“Sesuai regulasi yang ada, hanya pasien yang bergejala sedang dan berat saja yang saat ini dirawat di rumah sakit. Sedang yang tidak bergejala atau bergejala ringan, dirujuk untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun demikian, mereka tetap dipantau dan diawasi oleh petugas dan tim satgas jogo tonggo di masing-masing kecamatan serta desa,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Jumat (18/2/2022).
Melonjaknya jumlah kasus aktif diwilayah ini, kata Nanda, salah satu faktornya karena tracing dan testing, yang dilakukan. Disisi lain, juga banyaknya permintaan swab antigen yang dilakukan warga yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. “Kasus aktif saat ini memang melonjak drastis. Namun hal ini karena keberhasilan dari tracing dan testing yang dilakukan. Dimana setiap ditemukan kasus aktif, lansung dilakukan tracing dan testing terhadap kontak erat,” jelasnya.
Terkait melonjaknya kasus aktif diwilayah ini, pihaknya minta masyarakat untuk tidak panik dan resah. “Jangan panik. Justru semakin banyak ditemukan, lebih baik untuk dapat secepatnya dilakukan treatment atau perawatan. Harapannya, mereka dapat segera disembuhkan dan tidak menularkan ke orang lain,” tegasnya.
Sementara meski kasus aktif melonjak, namun ketersediaan BOR rumah sakit diwilayah ini, masih mencukupi. Karena hingga saat ini, okupansinya baru 47,24 persen. “Sebanyak 47,24 persen itu, rinciannya ruang isolasi terpakai baru 113 kamar atau 50,44 persen. Sedang ruang ICU, baru terpakai 21,43 persen,” ungkapnya.
Sedang untuk perkembangan vaksinasi, dosisi pertama telah mencapai 82,27 persen atau 852.947 suntikan dari target 1.029.210 sasaran. Untuk dosis dua, telah mencapai 624.700 suntikan atau 60,7 persen. Sedang dosis ketiga, mencapai 13.699 suntikan atau 1,33 persen. “Untuk vaksinasi, saat ini diutamakan vaksinasi kedua dan ketiga. Namun jika ada permintaan vaksinasi pertama, tetap dilayani,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI