Kasus BKK Pringsurat Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kasus korupsi BKK Pringsurat Cabang Tretep dengan tersangka Triyono (34) dilimpahkan Kejaksaan Negeri Temanggung ke Pengadilan Negeri Tipikor di Semarang.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Temanggung Bekti Wicaksono mengatakan berkas perkara mantan BKK Pringsurat Cabang Tretep, Triono diserahkan PN Tipikor pada Senin (2/12). Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus korupsi di BKK Pringsurat.

"Mantan pimpinan BKK Pringsurat, yakni Dirut BKK Pringsurat Suharno dan mantan Direktur BKK Pringsurat Riyanto telah dijebloskan ke penjara," katanya.

Dia mengatakan meski berkas telah dilimpahkan dan diterima panitera Pengadilan Negeri Tipikor di Semarang, tetapi tersangka dititipkan di Rutan Temanggung dengan alasan keamanan dan lebih praktis, dari pada di titipkan di Rutan Kedung Pane Semarang.

Dia mengemukakan ada tiga modus yang dilakukan Triono dalam penyalahgunaan keuangan perusahaan daerah tersebut, yakni deposito diambil tetapi tidak dimasukkan sistem, kemudian deposito diambil dari nasabah dimasukkan ke sistem tetapi kemudian di lain waktu diambil lagi tetapi tidak sepengetahuan nasabah, dan kasbon dana perusahaan untuk menutupi uang nasabah.

"Jadi Triyono itu praktek bank dalam bank, dana yang didapat diputarkan lagi dengan bunga lebih besar tetapi tidak menggunakan jaminan, maka kalau kredit macet bingung sendiri," katanya.

Di kemukakan dalam perkara Triyono ini pihaknya berhasil mengumpulkan 23 saksi dan 2 saksi ahli dari inspektorat. Dari pemeriksaan saksi itu didapat kerugian negara atas tindakan tersangka diduga mencapai Rp 1,5 miliar.

Tersangka, katanya dijerat Pasal 2, subsider Pasal 3 juncto Pasal 8 UU ‎31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI