Kasus HIV/AIDS, Kebumen Peringkat Kedua di Jateng

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Berdasarkan 'penyisiran' atau pemeriksaan terhadap puluhan ribu warga di 26 kecamatan di Kebumen, Tim Penanggulangan HIV AIDS Kabupaten Kebumen sejak Januari sampai Oktober 2019 berhasil mengindikasikan ada 150 penderita baru HIV AIDS.

"Diantara 150 orang itu, 97 orang adalah laki-laki dan dari 53 penderita  perempuan tercatat ada 9 ibu hamil. Dengan 150 penderita baru itu, Kebumen menduduki peringkat 2 di Jawa Tengah dalam hal jumlah penderita baru HIV AIDS sepanjang 10 bulan 2019," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, dr Hj Rini Kristiani MKes, dalam Rakor Bidang Kesehatan dan Tim Penanggulangan AIDS Kabupaten Kebumen, di Ruang Jatijajar Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen,  Selasa (19/11/2019).

Menurut Rini guna menemukan penderita baru tersebut Tim mengerahkan puluhan petugas untuk memeriksa puluhan warga masyarakat. Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap 15.203 ibu hamil dan 21.400 warga masyarakat lainnya.

Rini juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data sejak tahun 2003 hingga Oktober 2019, jumlah ibu rumah tangga dan warga usia produktif Kebumen yang positip mengidap HIV AIDS cukup tinggi. Berdasarkan data, penderita HIV AIDS Kebumen terbanyak berada di rentang usia 30 sampai 34 tahun (279 orang), kemudian 25 sampai 29 tahun (227 orang) dan 35 sampai 39 tahun (223 orang).

"Ada indikasi yang memprihatinkan melihat data tersebut. Bila umur 25 tahun sudah positip mengidap HIV AIDS maka 10 tahun lalu atau disaat berumur 15 tahun ia sudah mulai terinfeksi HIV. Penyakit ini memang baru muncul setelah 10 tahun penderita terinveksi virus," ujar Rini.

Sedangkan Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PermadesP3A Kebumen, Marlina Indriyaningrum MKes, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab tingginya angka ibu rumah tangga Kebumen terkena HIV AIDS adalah banyaknya mantan TKW (tenaga kerja wanita) yang tertular suaminya sepulang dari luar negeri. 

"Berdasarkan penelitian kami, banyak suami TKW Kebumen lebih dahulu mengidap HIV AIDS saat ditinggal isterinya ke luar negeri," ujar Marlina.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI