Kasus Kekerasan di ‘Sekolah Anti Bullying’ SMA Taruna Nusantara Mengejutkan!

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Dugaan kasus kekerasan di SMA Taruna Nusantara cukup mengejutkan. Sebagai sekolah yang mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai “Sekolah Anti Bullying” dan Piagam Penghargaan sebagai “Sekolah yang memperhatikan Hak Asasi Manusia”, SMA Taruna Nusantara akan menindaklanjuti kasus ini dengan cara seksama dan adil.

Kepala SMA Taruna Nusantara Drs. Usdiyanto, M.Hum sudah memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku antara lain UU. No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak agar bekerjasama dengan pihak kepolisian dan pengadilan jika perlu.

"Malam tadi kepada siswa-siswa seasrama dengan siswa pelapor, sekolah sudah melakukan langkah-langkah mencari keterangan baik secara individual maupun kelompok yang tentu saja isinya sangat berbeda dengan keterangan versi pelapor, ujar Kepala Humas Drs. Cecep Iskandar, M.Pd.

Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan di SMA Taruna Nusantara Masih Diselidiki

Khusus kasus ini, siswa yang diduga menjadi korban pemukulan (menurut keterangan pihak pelapor) memang beberapa kali mengalami kendala dalam interaksi sosial dengan teman-teman sekelasnya. Dan saat masih kelas X siswa yang bersangkutan beberapa kali mengalami konflik dengan teman seasramanya.

"Masalah ini sudah beberapa kali dikomunikasikan dengan orangtuanya dan sudah menjadi perhatian BPBK (konselor) SMA Taruna Nusantara untuk diberikan bantuan agar siswa yang bersangkutan mampu mengatasi masalah psikologis ini," katanya.

Seperti diketahui orangtua korban siswa berinisial MIH melaporkan kasus kekerasan yang dialami anaknya ke Polres Magelang. Menurut laporan orangtua korban, kekerasan dilakukan oleh enam teman korban di Wisma Graha Rajawali 1 kompleks SMA Taruna Nusantara, Kamis (31/8/2017). (*) 

BERITA REKOMENDASI