Kasus Kematian Ibu di Temanggung Sebesar 95,83 Per 100 Ribu

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung mencatat terdapat kasus kematian ibu sebesar 95,83 per 100 ribu melahirkan hidup dan kematian bayi 12,65 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan balita gizi buruk usia 0-60 bulan sebesar 0,18 persen dan prevalensi stunting anak usia bawah dua tahun sebesar 15,14 persen menurut elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).\

Selain itu, ada meningkatnya kasus penyakit tidak menular terutama hipertensi dan diabetes melitus, serta terjadinya pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Temanggung Al Khadziq pada teks sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Gotri Wijiyanto pada Seminar Stunting yang digelar Dinas Kesehatan kabupaten setempat, Selasa (23/11/2021).

“Catatan-catatan tersebut menjadi permasalahan pembangunan di Kabupaten Temanggung berdasarkan capaian kinerja tahun 2020, khususnya di bidang kesehatan,” kata dia.

Dikatakan implementasi penurunan stunting di Kabupaten Temanggung telah dilaksanakan secara terintegrasi lintas sektoral melalui penyusunan dan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) periode 2011-2015 dan  diperbaharuí dengan RAD PG tahun 2018 – 2023. Disampaikan berdasarkan indikator RAD PG menunjukkan bahwa intervensi penurunan stunting khususnya serta permasalahan pangan dan gizi umumnya telah dilakukan secara spesifik.

Langkah ini lanjut dia melalui berbagai layanan kesehatan, dan intervensi secara sensitif melalui berbagai layanan lintas sektoral dan lintas program. Kegiatan itu antara lain pemenuhan sanitasi layak, air minun layak, pendidikan anak usia dini, Bina Keluarga Balita untuk pemenuhan kelas parenting, perlindungan sosial, dan program pangan lestari melalui pemanfaatan pekarangan.

Selaini itu kegiatan kemasyarakatan lainnya yang telah dilaksanakan baik oleh TP PKK maupun organisasi kemasyarakatan secara swadaya. “Menyadari keterbatasan pemerintah daerah untuk membiayai seluruh kegiatan, maka perlu terus dibangun komitmen semua pihak untuk bersama-sama mendukung Aksi Konvergensi,” kata dia.

Plt kepala Dinas Kesehatan Kristi Widodo mengatakan seminar penanganan stunting di Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu langkah dari 8 konvergensi penanganan stunting yang dilakukan secara lintas sektoral.

“Permasalahannya adalah memang kondisi stunting di Kaupaten Temanggung ini berdasarkan data masih cukup tinggi. Data ini berdasarkan data survey oleh lembaga berkompeten,” kata dia.

Sehingga, katanya perlu ada perumusan langkah-langkah, program, kegiatan yang sifatnya lintas sektor. Karena memang penanganan stunting itu ada dua strategi yakni gizi spesifik dan gizi sensitif.

Dikatakan memang untuk penurunan angka stunting di Kabupaten Temanggung diperlukan langkah yang panjang dan komprehensif. Seminar stunting ini supaya bisa melihat bagaimana evaluasi pada tahun 2021 kemudian melakukan intervensi penanganan yang lebih terintegrasi pada 2022.

Dikatakan kondisi pandemi yang semakin menurun diharapkan terus konsisten sehingga program-program di luar Covid-19 termasuk penanganan stunting dan pelayanan kesehatan lainnya harus semakin diintensifkan kembali. (Osy)

BERITA REKOMENDASI