Kasus Pemerasan Terhadap Kades Naik Penyidikan

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Kasus dugaan pemerasan oleh oknum ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi di Jawa Tengah dengan korban sejumlah kepala desa di Banyumas, Rabu (28/4/2021) naik ke penyidikan. Dalam kasus ini penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Satreskrim Polresta Banyumas sebelumnya sudah memintai keterangan 17 saksi dari kepala desa (Kades), ketua paguyuban Kades, dan penghubung.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry saat dihubungi Rabu (28/4/2021) menjelaskan dalam pengusutan perkara tersebut pihaknya serius dan dengan dilakukan gelar perkara. “Penyidik serius untuk menangani perkara tersebut,” kata Berry.

Dihubungi terpisah Ketua Peradi DPC Peradi Purwokerto, Happy Sunaryanto yang mendampingi sejumlah korban pemerasan oleh oknum ketua LSM anti korupsi tersebut sangat mengapresiasi penyidik yang berjalan lancar dan serius.

“Kami mengapresiasi penyidik dalam kasus dugaan pemerasan dengan korban sejumlah kepala desa,” kata Happy. Menurutnya terkait kasus tersebut Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Purwokerto Rabu (28/4/2021) secara resmi sudah membuat laporan ke Polresta Banyumas.

Kasus dugaan pemerasan dengan korban sejumlah kades dengan kerugian puluhan juta rupiah tersebut muncul setelah paguyuban kepala desa Kecamatan Kemranjen, Banyumas melayangkan pengaduan ke Polresta Banyumas dengan tembusan Mabes Polri, Polda Jawa Tengah, dan Kejaksaan.

Polresta Banyumas yang menerima aduan tersebut terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah kades yang menjadi korban. (Dri)

BERITA REKOMENDASI