Kawasan Pinggiran Masih Kesulitan Mendapatkan Elpiji Bersubsidi

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Elpiji bersubsidi tiga kilogram terkadang masih sulit untuk didapatkan warga di Kabupaten Temanggung. Daerah yang masih kesulitan tersebut diantarnya di daerah pinggiran seperti di Kecamatan Selopampang dan Tlogomulyo.

Seorang warga Kecamatan Tlogomulyo Sopiah mengatakan gas elpiji bersubsidi terkadang memang sulit didapatkan di sekitar tempat tinggalnya, di lereng Gunung Sumbing. Terutama ketika banyak digelar hajatan dan di musim panen tembakau.

“Sudah menjadi langganan, gas elpiji terkadang sulit didapat. Itu pun harga di tingkat eceran sudah tinggi,” kata dia, Senin (10/1).

Dia menyampaikan harga eceran saat ini mencapai Rp 23 ribu per tabung. Gas elpiji dibeli di toko atau kios eceran. Sebab untuk mendapatkan di pangkalan sudah tidak bisa. Ada aksi borong dari kios eceran sehingga warga selalu mendapatkan harga elpiji tinggi.

Warga lainnya, Eko mengatakan ada selisih yang besar antara harga eceran dan pangkalan. Di pangkalan harga Rp 15.500 per tabung. Jadi ada selisih sekitar Rp 7500 per tabung antara pangkalan dan eceran.

“Harapan warga pemerintah memperhatikan nasib rakyat, untuk mengatasi selisih ini, memang sulit mengatasi tetapi hal itu bukan tidak mungkin,” kata dia.

Dia meminta pemerintah tidak memandang sebagai hal kecil dan menjadi sebuah kelaziman harga di eceran tinggi. Jika mungkin ada HET di tingkat eceran.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Fita Parma Dewi mengatakan sesuai aturan harga gas elpiji bersubsidi untuk tingkat agen Rp 14.250 dan di pangkalan Rp 15.500 per tabung.

“Harga di tingkat eceran tidak ada aturan, itu sesuai mekanisme pasar,” kata dia.

Dia menyampaikan di Temanggung karena kondisi geografis, sehingga ada tambahan biaya transportasi yang mengakibatkan harga di eceran bervariartif.

Dia mengakui sering ada laporan dari warga yang kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. Terutama pada saat kebutuhan tinggi seperti di musim panen raya tembakau, dan masa hajatan.

Dia mengatakan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pihaknya mengusulankan untuk menambah kuota harian, dan bisanya teratasi.

“Memang terkadang ada keluhan kelangkaan elpiji. Tetapi hanya beberapa saja. Hanya di daerah pinggir seperti Selopampang dan Tlogomulyo,” kata dia. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI