Kebakaran Gunung Sumbing Merembet ke Magelang

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kebakaran yang terjadi di Gunung Sumbing sudah mulai memasuki wilayah Magelang, Selasa (11/9/2018). Diantara pendaki ada yang memilih turun daripada melanjutkan pendakiannya ke kawasan puncak Gunung Sumbing.

Kepala Dusun Butuh Desa Temanggung Lilik dan Kalakhar BPBD Kabupaten Magelang Drs Edy Susanto secara terpisah, Selasa, membenarkan kebakaran di kawasan puncak Gunung Sumbing sudah mulai merembet masuk ke wilayah Magelang. Informasi yang diperoleh Kalakhar BPBD Kabupaten Magelang menyebutkan kebakaran terjadi di kawasan Petak 2 wilayah Magelang.

Kepala Dusun Butuh ditemui di rumahnya mengatakan Selasa ia melakukan pendakian Gunung Sumbing sekitar pukul 09.00, dan sekitar pukul 11.00 ia tiba di kawasan puncak. Pada saat itu kebakaran sudah terlihat, dan arah kobaran apinya sesuai dengan arah angin saat itu.

Camat Kaliangkrik Magelang R Anta Marpuji A SSos secara terpisah mengatakan hasil koordinasi yang dilakukan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kaliangkrik maupun lainnya menyebutkan Rabu (12/9/2018) rencananya dilakukan kerjabakti pemadaman kobaran api.

Sementara itu kebakaran yang terjadi di kawasan puncak Gunung Sumbing juga menyebabkan beberapa pendaki memilih untuk turun daripada melanjutkan pendakiannya. Namun demikian ada juga pendaki yang terpaksa harus bersabar menunggu padamnya api yang membakar tanaman savana di sekitarnya. "Setelah apinya padam, barulah kami pindah ke lokasi yang sudah terbakar," kata salah satu pendaki saat ditemui di Basecamp Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik Magelang.

Waka Polres Magelang bersama Kabag Ops Polres Magelang Kompol Ngadisa, Kasi Humas Polsek Kaliangkrik Aiptu NF Harun dan Babinkamtibmas Desa Butuh Bripka Ansori, Selasa sore, datang ke Basecamp Butuh dan bertemu dengan Kadus Butuh serta beberapa pendaki.

Kepada Waka Polres Magelang di Basecamp Butuh, ada beberapa pendaki yang mengaku dirinya sempat terjebak kobaran selama 2 jam saat berada di lokasi yang disebut dengan istilah 'kawah'. Ahmad, salah satu pendaki, diantaranya mengatakan ia bersama beberapa temannya saat itu sudah berada di dasar 'kawah'. 

Tanpa diduga dari arah atas terjadi kebakaran, dan api sempat mengarah turun. Setelah menunggu cukup lama, dengan kondisi khawatir dan panik manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka berhasil naik setelah api padam. Mereka juga mengenakan masker untuk menutupi hidung mereka agar abu dan asap kebakaran tidak terhisap saat terjadi kebakaran.

Sekitar pukul 16.00 mereka sudah turun dan tiba di Basecamp Butuh dengan selamat, meskipun di wajah, pakaian dan topi yang dikenakan masih terlihat adanya bekar abu kebakaran. (Tha)

BERITA REKOMENDASI