Kebumen Siapkan Anggaran Tak Terduga Rp 80 M

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen kini menyiapkan Rp 80 miliar sebagai anggaran tak terduga guna penanganan Covid-19 yang hingga kini masih belum jelas waktu berakhirnya.

“Anggaran tak terduga ini berasal dari pemangkasan anggaran semua OPD (organisasi perangkat daerah) Pemkab Kebumen. Pembahasannya sudah selesai. Peraturan Bupati (Perbup) Kebumennya sebagai legalisasinya kini sedang kami rampungkan,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kebumen, Aden Andri Susilo MSi, di ruang kerjanya, Selasa (19/05/2020).

Pemangkasan anggaran dilakukan pada pos-pos anggaran belanja modal, belanja barang dan jasa, seperti proyek pembangunan, pengadaan alat tulis kantor, belanja makan minum rapat dan perjalanan dinas.

Pengalokasian anggaran penanganan Covid-19 selama berlangsungnya Covid-19 sejak Maret 2020 lalu, dari APBD 2020 Kebumen telah dialokasikan anggaran tahap 1 dan 2 sebesar Rp 17 miliar.

Adapun alokasi tahap 3 yang tengah disiapkan Perbup Kebumennya adalah Rp 13,7 miliar untuk JPS (jaring pengaman sosial), Rp 3,3 miliar untuk penanganan kesehatan dan Rp 80 miliar sebagai biaya tak terduga.

“Biaya tak terduga ini harus disiapkan sejak dini karena kita tak tahu sampai kapan Covid-19 berakhir dan berbagai penanganan yang nantinya mungkin sangat dibutuhkan,” ujar Aden.

Selain alokasi anggaran penanganan Covid-19, Pemkab Kebumen juga telah merevisi target PAD (pendapatan asli daerah) 2020 dari Rp 417 miliar menjadi Rp 290 miliar atau menurun 29,5 %.

Revisi PAD ini dilakukan karena prediksi penurunan pemasukan dari sejumlah potensi pendapatan. Diantaranya, Pajak Hotel dan Restoran, Retribusi Pasar dan Retribusi Obyek Wisata.

“Kami juga sudah menggarisbawahi arahan pemerintah pusat untuk mengutamakan program recovery atau pemulihan ekonomi terdampak Covid-19 pada APBD 2021. Kebijakan ini sudah tertuang dalam forum Musrenbang 2021 Kebumen beberapa waktu lalu,” ujar Aden. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI