Kebumen Tanggap Darurat Corona, Sholat Jumat Ditiadakan

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, melalui Surat Edaran Nomor 451/166 yang ditujukan kepada FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Kebumen dan Pimpinan Lembaga/Organisasi Keagamaan Se Kabupaten Kebumen, tanggal 26 Maret 2020, menyatakan kegiatan peribadatan seperti Sholat Jum’at tanggal 27 Maret 2020 ditiadakan.

“Sholat Jum’at 27 maret 2020 ditiadakan, diganti dengan Sholat Dhuhur di rumah masing-masing,” bunyi sebagian dari isi surat edaran tersebut.

Disebutkan dalam surat edaran tersebut bahwa Kabupaten Kebumen dinyatakan berstatus tanggap darurat non alam terkait kondisi wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kebumen terkini.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah di tempat ibadah masing-masing agama di seluruh Kabupaten Kebumen selama masa tanggap darurat, dilaksanakan berdasarkan surat edaran tersebut.

Selain ditiadakannya Sholat Jum’at 27 Maret 2020, Sholat Rawatib/5 waktu untuk dilaksanakan di rumah masing-masing. Pelaksanaan misa di gereja ditiadakan dan pelaksanaan ibadah penganut agama dan kepercayaan lain diminta untuk menyesuaikan.

” Sampai masa tanggap darurat berakhir semua pimpinan lembaga atau organisasi keagamaan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang,” bunyi surat edaran Bupati tersebut.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto SH, selaku Ketua Gugus PenanggulanganCorona Kabupaten Kebumen, menyatakan bahwa status tanggap darurat untuk Kebumen diberlakukan setelah seorang pasien positif Covid-19 asal Kebumen meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Yogyakarta, pada Selasa (24/03/2020) lalu.

“Pasien pada 11 Maret 2020 sempat dirawat di rumah sakit swasta di Gombong Kebumen, lalu 16 Maret 2020 dipindah ke rumah sakit di Yogyakarta,” jelas Arif.

Jenazah pasien tersebut kemudian dikremasi di sebuah daerah luar Kebumen dan keluarganya diminta untuk karantina mandiri.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI