Kebumen Terpilih Sebagai Lokasi Ekspedisi Destana Tsunami

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Kabupaten Kebumen oleh pemerintah pusat dipilih sebagai salah satu lokasi Ekspedisi Destana (Desa Tangguh Bencana) Tsunami bersama dengan 24 kabupaten/kota pemilik kawasan pantai di 5 provinsi Pulau Jawa bagian selatan, bersama 3 daerah Jawa Tengah lainnya yaitu Wonogiri, Purworejo dan Cilacap.

"Target sasaran ekspedisi ini adalah masyarakat kawasan pantai yang rawan tsunami. Namun bukan berarti ekspedisi bertujuan untuk menakut-nakuti masyarakat setempat, melainkan ingin membangunkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan datangnya tsunami," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Drs Eko Widianto, dalam Rakor Persiapan Ekspedisi Desatana Tsunami, di Ruang Jatijajar Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu (10/07/2019).

Ekpedisi ini diikuti oleh tim dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di Kebumen, pelaksanaannya direncanakan 30 sampai 31 Juli 2019 mendatang. Semua anggota tim dari pusat, provinsi dan kabupaten akan menginap di tenda-tenda yang didirikan di lapangan Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal.

Adapun jenis kegiatan adalah sosialisasi kepada pedagang di pasar-pasar tradisional di Kebumen, Ambal, Buluspesantren dan Puring. Juga, ke komunitas nelayan dan petani tambak serta warga masyarakat lainnya di Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan, Puring, Ayah dan Buayan. Sosialisasi juga dilakukan melalui pertunjukan wayang kulit dan kesenian rakyat lainnya, pemutaran film kebencanaan dan sarasehan.

"Ada juga penanaman mangrove di laguna Mirit, kerja bakti di obyek wisata Pantai Suwuk, pembuatan papan informasi bencana dan revitalisasi sirine tanda tsunami di pantai Mirit, Ambal, Buluspesantren, Petanahan, Klirong dan Ayah. Pengobatan gratis dan ekspedisi go to school. Jadi, ekspedisi ini bukan seremonial, melainkan aksi nyata untuk melindungi masyarakat di daerah rawan tsunami," papar Eko.

Adapun muara dari semua aktifitas tim ekspedisi tersebut adalah berupa meningkatnya kepekaan masyarakat terhadap bencana di kawasan pantai, khususnya dalam merespon  secara cepat, tepat dan efektif semua informasi yang disampaikan para ahli. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI