Kebutuhan Bawang Putih Baru Tercukupi 10%

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Potensi pasar bawang putih di Indonesia sangat terbuka lebar. Dari 500 ribu ton kebutuhan tiap tahun, yang baru dapat dicukupi sekitar 50 ribu ton dari panen petani. Sehingga kekurangan selama ini dicukupi dengan kebijakan impor.

"Pemerintah terus mendorong perluasan lahan dan peningkatan produktivitas bawang putih guna mencapai swasembada, " kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian Ir Sukarman, pada penanaman bawang putih serentak di lereng Gunung Sindoro, Desa Tuksari Kledung Temanggung, Selasa (17/12/2019).

Dikatakan guna mencapai swasembada bawang putih dibutuhkan 70 – 80 ribu hektar tetapi hingga saat ini baru mencapai 30 ribu hektare. Maka itu diperlukan kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sektor swasta dan petani untuk mencapai luasan ideal dengan produktivitas tinggi.

Dikatakan di Indonesia terdapat sekitar 38 daerah penghasil bawang putih. Temanggung menjadi salah satu sentra benih bawang putih yang memasok ke sejumlah daerah Indonesia. Maka itu, dimohon menjaga kualitas benih, sebab ada temuan pencampuran dengan bawang yang belum siap.

"Ini mencederai sebagai sentra benih. Bawang yang besar dijadikan benih dan yang kecil untuk konsumsi," katanya.

Di Temanggung, katanya akan diujicoba penerapan kartu hortikultura, yang mengadobsi kartu tani yang berhasil diterapkan di Temanggung. Petani pemegang kartu tersebut yang nantinya mendapat bantuan dari pemerintah. Bantuan itu untuk pengolahan lahan.

"Bantuan diberikan dengan syarat ada lahan, terdapat antusiasme petani dan dukungan pemda. Dana dari APBN akan diberikan sesuai dengan potensi dan kesanggupan pemda," katanya.

Pj Sekda Temanggung Budi Santoso mengatakan di Temanggung terdapat area luas lahan bawang putih 2800 hektare dengan produksi total 5500 ton. Potensi lahan masih terbuka, sehingga pihaknya terus memperluas yang dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani. "Dari APBN di tahun 2019 terdapat bantuan untuk penanaman 1300 hektare, namun lahan  lain mendapat bantuan pula dari sektor swasta seperti dari Importir," katanya.

Dia mengatakan diperlukan duduk bersama antara pemerintah, swasta dan petani untuk membahas pasar. Sebab, pasar yang paling penting, terutama stabilitas harga yang harus menguntungkan petani.

Koordinator Penyuluh Kecamatan Kledung Kasan Robani mengatakan bertanam bawang putih sangat menguntungkan. Hanya saja yang terberat ketika awal menanam, sebab modal akan tersedot pada pengadaan benih.

"Perhektar dibutuhkan benih 350 sampai 400 kg dengan harga Rp 50 ribu per kilogram. Untuk penanaman selanjutnya sudah ringan, benih didapat dari sebagain bawang putih yang dipanen," katanya.

Dikatakan pada budidaya bawang putih petani baru akan mendapat untung dengan harga Rp 15 – 25 ribu per kilogram untuk bawang putih konsumsi. Sedangkan benih pada Rp 50 ribu per kilogram. Bawang tersebut akan diambil pedagang di rumah. (Osy)

BERITA REKOMENDASI