Kecamatan Loano Buka Klinik Konsultasi Dana Desa

 

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kecamatan Loano membuka klinik konsultasi Dana Desa (DD). Klinik yang pertama di Purworejo itu menjadi tempat konsultasi pemerintah desa ketika mengalami kendala dalam mengelola DD yang dikucurkan setiap tahun.

Camat Loano Laksana Sakti mengatakan, klinik konsultasi dibuat agar pelaksanaan DD sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Pastinya mejadi tempat kepala desa untuk konsultasi, bertukar pikiran, jangan sampai pemanfaatan DD tidak sesuai regulasi yang berlaku," tuturnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, ide membuat klinik konsultasi berasal dari Sekcam Loano Ickbal Nugroho SIP sepulang mengikuti diklat kepemimpinan. Setelah mempertimbangkan persoalan yang dihadapi pemerintah desa, lanjutnya, ide tersebut layak diwujudkan.

Sekcam Ickbal Nugroho menambahkan, ide tersebut mengemuka karena pemerintah desa masih menemuka banyak kendala dalam pengelolaan DD. Kendala yang kerap muncul antara lain pengelolaan anggaran yang kurang tepat sasaran.

Selain itu, penyampaian surat pertanggungjawaban (SPJ) kerap tidak tepat waktu. Seluruh pos pengelolaan DD kebanyakan dilakukan oleh sekretaris desa. "Mulai perencanaan hingga SPJ, semua sekdes, sehingga karena beban kerjanya demikian berat, kerap terkendala. Maka setelah ada klinik, akan memperjelas tugas perencana desa dan seterusnya, serta petugas pendamping dari kecamatan," ucapnya.

Klinik konsultasi tersebut diresmikan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan direktur BUMD hadir dalam peresmian itu.

Yuli mengemukakan, klinik konsultasi diharapkan menjadi pusat pendampingan desa sehingga penggunaan DD berjalan sesuai jadwal dan efektif. Klinik juga harus bisa meningkatkan kualitas sumberdaya perangkat desa. "Tentu muaranya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik," tegasnya.

Keberadaan klinik konsultasi, lanjutnya, dapat berfungsi sebagai kontrol dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa. Klinik jadi sumber informasi dalam mengurai permasalahan terkait penyerapan maupun laporan adminsitrasinya. "Pemkab ingin desa semakin maju dan sejahtera, sehingga program nawacita ke tiga tentang pembangunan Indonesia dari pinggiran desa, dapat tercapai. Harapam kami klinik serupa juga dibuat di kecamatan lain," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI