Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan, Tiga Tewas

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Raya Purworejo – Magelang Dusun Tanuprayan Desa/Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Minggu (10/7/2016) sekitar pukul 15.00. Tiga pengendara sepeda motor tewas, sedangkan lima lainnya luka-luka.

Kecelakaan saat arus balik lebaran itu terjadi ketika mobil minibus AA 8908 EV yang dikemudikan pria berinisial Sm warga Banyuurip Purworejo berjalan dengan kecepatan sedang dari arah Magelang. Tiba-tiba mobil tersebut oleng ke kanan dan masuk ke lajur berlawanan arah.

Sementara dari arah Purworejo, sepeda motor jenis matik bernomor polisi B 3306 TFS dikemudikan Imam Sugiarto (35) warga Dusun Kraguman Desa Kalikalong Loano, memboncengkan istrinya Nurarifah (28) dan dua anaknya Rizki (10) serta Arya (11 bulan). Juga motor bebek AA 6703 VF yang dikendarai Ashari (55) warga Tegeswetan Kepil Wonosobo memboncengkan perempuan tanpa identitas yang diduga adalah istrinya. Kemudian motor bebek AA3884 BF yang dikendarai Tegar Ari (22) penduduk Loano Wetan Loano, memboncengkan adiknya Dwi Kristiana (19).

Mobil melaju menabrak tiga sepeda motor dan baru berhenti setelah membentur gundukan pasir di halaman bengkel milik Amin warga Tanuprayan. "Mobil sudah terlihat oleng, lalu tiba-tiba belok ke lajur kanan, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari," ujar Widodo, saksi kejadian warga Cuweran Kidul Loano, kepada KRjogja.com.

Akibat benturan itu, tiga pemotor terdiri atas Rizki (10), Ashari (55) dan perempuan tidak dikenal, tewas di lokasi kejadian. Warga mengevakuasi lima korban luka ke Puskesmas Maron dan Rumah Sakit Islam Purworejo.

Sementara itu, penumpang mobil yang sedang dalam perjalanan dari Temanggung menuju Banyuurip, tidak satupun yang terluka."Sopir keluar mobil dan histeris, tidak lama yang bersangkutan dibawa ke Satlantas Polres Purworejo," ungkap Zaenal, warga Banjaran Loano.

Kecelakaan menyebabkan lalu lintas Purworejo – Magelang tersendat dari dua arah selama kurang lebih tiga jam. Perjalanan pemudik dan warga lokal terganggu proses evakuasi para korban. Selain itu, sebagian pengguna jalan memelankan kendaraan untuk mengambil foto momen kecelakaan itu.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI