Kecelakaan Kerja di Bendungan Bener, Polisi Periksa Empat Saksi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Polres Purworejo mulai memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan kerja di proyek Bendungan Bener di Desa Kemiri Kecamatan Gebang. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (06/11/2021) itu menyebabkan Syaiful Hadi (22), pekerja harian, tewas akibat tertabrak alat berat excavator.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agus Budi Yuwono mengatakan, petugas meminta keterangan antara lain operator alat berat, perwakilan perusahaan, dan pekerja yang ada di lokasi kejadian. “Kami masih mencari apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa kecelakaan kerja itu,” ungkapnya, Selasa (09/11/2021).

Pihak PT Brantas Abipraya berkunjung ke rumah duka untuk menyampaikan santunan kepada keluarga Syaiful Hadi di Desa Redin Kecamatan gebang. PT Brantas berkunjung dengan difasilitasi Kades Redin.

Manajer Proyek Bendungan Bener PT Brantas Abipraya Rahmat Cahyono mengatakan, pihak keluarga menerima kunjungan itu dengan baik. Rahmat menegaskan, perusahaan tidak hanya memfasilitasi proses pemulasaraan hingga pemakaman. “Kami terus berupaya memperjuangkan hak-hak almarhum, selain santunan, asuransi kecelakaan kerja untuk yang bersangkutan juga sedang diproses,” ujarnya.

Menurutnya, Syaiful Hadi baru dua bulan bekerja sebagai pekerja bagian umum di titik pembangunan Desa Kemiri Gebang. Almarhum, katanya, bertugas membantu ketika bagian yang sedang membutuhkan bantuan. “Almarhum dikenal ringan tangan setiap ada bagian yang membutuhkan bantuan, dan memiliki solidaritas yang tinggi,” katanya.

Kecelakaan kerja tersebut terjadi ketika ada truk yang tidak kuat menanjak jalan proyek bendungan pada Sabtu sore. Excavator diturunkan untuk menarik kendaraan itu. Ketika alat berat dengan operator Gaguk Wiyono itu menuruni jalan, korban membantu dengan memasangkan karet ban sebagai bantalan roda excavator.

Namun saat di lokasi kejadian, alat berat itu tergelincir dan menabrak korban yang berada di sisi kiri kendaraan hingga menyebabkan Syaiful meninggal dunia di lokasi kejadian. Pekerja perusahaan mengevakuasi korban dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Upaya kami soal keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diterapkan sesuai standar, selalu ada pengarahan jelang bekerja, dan setiap Rabu ada kegiatan safety talk. Peralatan keselamatan mulai helm, rompi, dan sepatu proyek dikenakan, namun musibah tetap tidak dapat dielakkan,” terangnya.

Kades Redin Indro Waluyo membenarkan telah dilakukannya pertemuan antara pihak perusahaan dengan keluarga korban. Dalam pertemuan itu, katanya, pihak keluarga menyatakan menerima atas meninggalnya almarhum. “Harapannya tidak ada lagi kecelakaan kerja, tapi kami juga berharap komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat terus ditingkatkan,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI