Kejari Purworejo dan Pemkab Kerja Sama Buka Rehabilitasi Narkoba

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo bekerjasama dengan Pemkab Purworejo membuka balai rehabilitasi narkoba. Balai rehabilitasi narkoba bernama Adhyaksa itu dibuka di Bangsal Edelweis RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.

Peresmian dilakukan oleh Kepala Kejari Purworejo Eddy Sumarman SH MH bersama Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, ditandai dengan pembukaan tirai papan nama Balai Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Kabupaten Purworejo, Jumat (01/07/2022). Kepala Kejari Purworejo Eddy Sumarman mengatakan, dibukanya balai rehabilitasi narkoba menjadi sarana implementasi program restorative justice.

“Bagian dari upaya penanganan perkara narkoba yang tidak perlu dilanjutkan sampai ke tahapan selanjutnya,” ungkapnya usai peresmian, Jumat (01/07/2022).

Menurutnya, salah satu alasan menetapkan restorative justice dalam perkara narkoba adalah hunian rutan dan lapas yang melebihi kapasitas hingga 211 persen. Rutan dan lapas di Indonesia dihuni kurang lebih 278.000 narapidana.

Sebanyak 138.500 narapidana atau 49,7 persen tersangkut perkara narkoba. “Upaya mengurangi dilakukan dengan restorative justice yakni rehabilitasi, maka Kejaksaan Agung menginstruksikan kepada kami untuk membangun kemitraan dengan pemda dan mewujudkan Balai Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Purworejo dengan kapasitas dua kamar,” terangnya.

Meskipun mengedepankan restorative justice, namun ada syarat yang harus dipenuhi untuk sebuah perkara bisa diselesaikan dengan rehabilitasi. Syarat itu antara lain tersangka bukan bagian dari pengedar atau jaringan, mengajukan permohonan rehabilitasi, barang bukti narkoba untuk pemakaian satu hari, lolos dalam asesmen yang dilakukan tim terpadu, dan bersedia membantu penyelidikan yang dilakukan polisi.

Proses rehabilitasi baru bisa dijalankan apabila perkara sudah dilimpahkan dari kepolisian kepada kejaksaan negeri. Terkait pembiayaan yang muncul, katanya, akan menjadi beban Pemkab Purworejo. Penanganan terhadap pasien narkoba yang direhabilitasi akan dilakukan secara terpadu, secara medis dan sosial.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH mengemukakan, adanya balai rehabilitasi narkoba di Purworejo menjadi salah satu terobosan menekan penggunaan narkotika di Purworejo. Selama ini korban narkotika yang direstorative justice

selalu menjalani rehabilitasi narkoba di Kabupaten Magelang.

Kendati demikian, Yuli berharap rehabilitasi narkoba Adhyaksa selalu kosong dan tidak pernah terisi. “Harapannya kosong, tapi bukan berarti para pelaku bisa menghindari jeratan polisi, tapi tidak lagi pemuda Purworejo yang gunakan narkoba,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Purworejo Hendricus Karel menambahkan, rehabilitasi narkoba itu menjadi bagian dari implementasi Perda Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba. “Harapannya bisa menjadi motivasi bagi Pemkab Purworejo untuk mempercepat terbitnya peraturan bupati sebagai landasan teknis, dan mimpi memiliki pusat rehabilitasi narkoba yang mandiri, bisa diwujudkan,” tandasnya. (Jas)

Peresmian Balai Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

BERITA REKOMENDASI