Kejari Purworejo Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo memusnahkan ratusan barang bukti tindak kejahatan yang terjadi tahun 2019 hingga 2020, Kamis (03/12/2020). Barang bukti berupa minuman keras (miras), narkoba, senjata tajam, dan pakaian yang menjadi sarana tindak kejahatan, dimusnahkan karena perkaranya telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Pemusnahan dilakukan sesuai amanah regulasi pidana yang berlaku. “Seluruh pelaku tindak pidana yang barang buktinya dimusnahkan, telah dijatuhi vonis di pengadilan dan tidak ada lagi upaya hukum lainnya,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purworejo DB Santoso, kepada KRJOGJA.com, usai pemusnahan.

Kajari merinci, benda yang dimusnahkan antara lain 150 botol miras, total 3,9 gram narkotika jenis sabu, 1.021 butir obat terlarang daftar G, peralatan sabu, dan benda milik para pelaku kejahatan. Barang bukti itu berasal dari 31 perkara yang disidik Kejari Purworejo dalam dua tahun terakhir.

Kendati demikian, Kajari menilai, jumlah tindak kejahatan yang terjadi di Purworejo mengalami penurunan sepanjang pandemi Covid-19. “Ada penurunan tindak kejahatan yang kita tangani sepanjang pandemi, turun kurang lebih 30 persen dari sebelumnya,” katanya.

Namun, meski secara kuantitas menurun, ada peningkatan untuk tindak kejahatan ekonomi sepanjang pandemi. Beberapa pelaku, katanya, adalah mereka yang terdampak Covid-19. “Ada beberapa pelaku yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja, kemudian melakukan tindak pencurian,” ucapnya.

Kasi Pidana Umum Kejari Purworejo Masruri Abdul Aziz mengemukakan, saat ini seksinya menangani 15 – 20 perkara perbulan. Penanganan paling rendah justru terjadi pada awal masa pandemi Covid-19 terjadi di Purworejo, pada Maret 2020. “Di bulan Maret lalu , kami hanya tangani 8 – 10 perkara,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI