Kekeringan Meluas, 400 Tangki Air Bersih Disiapkan

PURWOREJO (KRjogja.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mengalokasikan 400 tangki air bersih untuk diditribusikan ke desa langganan kekeringan. Namun belum satupun desa mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Sumber mata air masih mengalir karena pengaruh kemarau basah. "Pantauan kami di beberapa desa paling rawan kekeringan, warga belum butuh bantuan. Namun kemarau basah tetap kami antisipasi," kata Drs Boedi Hardjono, Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, kepada KRjogja.com, Senin (8/8/2016).

Kendati demikian, debit air sumber mulai mengecil karena intensitas hujan berkurang memasuki puncak musim kemarau. Pihak BPBD meminta pemerintah desa yang kesulitan air bersih untuk mengajukan permohonan bantuan.

Bentuk antisipasi juga dilakukan dengan mendata daerah rawan kekeringan. Sebanyak 50 desa di Kecamatan Bagelen, Banyuurip, Kaligesing, Loano, Bener, Purworejo, Gebang, Kemiri, Grabag dan Pituruh diperkirakan mengalami kekeringan tahun 2016.

Kekeringan akan berdampak pada 25.791 jiwa di puluhan desa itu. "Kami hitung kebutuhan air bersih sekitar 1.000 tangki perbulan, dengan asumsi perjiwa delapan liter," ucapnya.

Warga Desa Sukogelap Kecamatan Kemiri Suparman mengatakan, air dari sumber masih mengalir. Namun debit air, katanya, mulai mengecil seiring hujan yang semakin jarang turun.
"Sementara masih cukup, jika kurang kami akan minta pemerintah desa mengusulkan bantuan," ungkapnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI