Kekurangan Murid, 10 SDN Masuk Kajian Diregrouping

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebanyak 10 Sekolah Dasar Negeri (SDN) masuk dalam tahap kajian oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo untuk dilakukan regrouping atau penggabungan. Hasilnya kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Senin (25/9) mengatakan, rencana regrouping SDN memang ada. Namun untuk tahun 2017 ini masih dalam tahap kajian. Tahapan tersebut wajib dilakukan sebelum pelaksanaan dimulai tahun depan.

Regrouping dilakukan karena kondisi SDN tidak sesuai dengan ketentuan. Salah satunya berkaitan dengan jumlah mimimal siswa dalam satu sekolah. Hasilnya diketahui ada sebanyak 10 SDN memenuhi syarat untuk dilakukan regrouping. Sekolah tersebut mayoritas berada di wilayah bagian selatan Sukoharjo seperti Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu.

“10 SDN yang masuk dalam kajian regrouping berada di wilayah pinggiran dan sangat sedikit jumlah siswanya,” ujar Darno.

Sebelum dilakukan regrouping Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo melakukan sosialisasi. Proses juga dilakukan dinas untuk memenuhi syarat. Tahapan tersebut wajib dilakukan untuk menghindari protes dari masyarakat khususnya orang tua murid. Sebab regrouping dilaksanakan nantinya siswa akan sekolah lebih jauh. Kondisi tersebut berpengaruh pada biaya atau ongkos transport siswa dari rumah ke sekolah.

“SDN yang akan masuk dalam regrouping jumlah siswanya dibawah 50 anak,” lanjutnya.

Minimnya jumlah siswa di 10 SDN terjadi karena berbagai faktor salah satunya karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Selain itu, juga dipengaruhi minimnya jumlah anak untuk masuk ke SDN. (Mam)

BERITA REKOMENDASI