Kelapa Genjah Entog Bojongsari Tersebar di Tanah Air

KEBUMEN KRJOGJA.com  – Berawal dari keberhasilan penanaman sekitar 60 bibit 
kelapa Genjah Entog oleh Sumasdar di lahannya di Dukuh Benjaran Wetan Desa 
Bojongsari Kecamatan Alian Kebumen di tahun 1958, tanaman kelapa Genjah Entog
Bojongsari kini telah tersebar luas di tanah air.

"Selain menyebar di Pulau Jawa, kelapa Genjah Entog Bojongsari sudah pula tersebar ke Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan, Madura dan Bali," ungkap  Achmad Subagiono (Bagio), anak Sumasdar, di rumahnya, Minggu (16/12/2018).

Dengan keberhasilan itu, sejak tahun 2013 sejumlah tanaman kelapa Genjah Entog  Bojongsari ditetapkan sebagai Pohon Induk Terpilih (PIT) oleh Balitbang Tanaman Palma Kementerian Pertanian. Kemudian, sejak 2013 dilakukan beberapa tahap  verifikasi dan di Januari 2018 dilakukan tahap pemurnian populasi. Akhirnya, berhasil diperoleh sertifikat benih varietas unggul kelapa berlabel
biru atau benih bina dari Kementerian Pertanian, beberapa hari lalu.

Menurut Bagio, budidaya kelapa Genjah Entog Bojongsari dirintis sejak 1958  dengan 60 butir kelapa sebagai bibit yang diambil dari halaman pabrik minyak kelapa Sari Nabatiasa. Yaitu, pabrik peninggalan Belanda di Kelurahan Panjer  Kecamatan/Kabupaten Kebumen.

"Ditanam tahun 1958, ternyata di tahun 1961 atau umur tanaman baru 3 tahun  dengan tinggi tanaman 60 sentimeter, sudah mulai berbuah. Padahal bila menanam  kelapa tipe Dalem harus menunggu 9 tahun untuk panen pertamanya," beber Bagio.

Keunggulan itulah yang menarik minat banyak warga di Bojongsari menjadi petani  kelapa Genjah Entog. Kini, jumlah petaninya di Bojongsari sudah mencapai 600 orang.    " Penyebarluasan kelapa ini ke berbagai penjuru tanah air dimulai tahun 1970  lalu, pesanan bibit dari berbagai tempat terus mengalir hingga kini. Kebun  kelapa kami juga sering menjadi obyek penelitian mahasiswa dan peneliti," ujar
Bagio.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI