Keluarkan Gas Metan, Sumur Bor di Binangun Menyala

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sumur bor di tengah persawahan Desa Binangun Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo menyala. Sumur itu diduga mengeluarkan gas metan hasil fermentasi fosil tanaman yang terkubur di dalam tanah.
  
Munculnya gas bermula ketika tukang sumur mendapat perintah membuat sumur bor dari Kelompok Tani Sri Makmur Binangun, Sabtu (2/12). Sumur bor yang didanai pemerintah itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan pertanian saat kemarau. 

"Ada tujuh titik sumur, yang keluar gas itu sumur ketujuh," ujar pengurus kelompok tani Waluyo, kepada KRJOGJA.com, Senin (4/12).

Saat mengebor di kedalaman 18 meter, air tanah keluar deras. Namun ketika 'casing' dipasang, pekerja melihat buih gas keluar dari lubang pengeboran. Anggota kelompok menyalakan api dan langsung menyambar gas itu.

Api menyala cukup besar bahkan bertahan hingga Senin siang. Api di tengah sawah itu menarik perhatian warga Kecamatan Butuh dan sekitarnya. "Karena semakin ramai, kami buat pagar pengaman dari plastik dan bambu," ucapnya.

Kejadian tersebut dilaporkan pemerintah desa kepada Balai Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jateng wilayah Serayu Selatan. Staf Pengkajian Balai ESDM Serayu Selatan Adia Nur MT datang mengecek lokasi. 

Menurut Adia, gas yang keluar diduga adalah gas metan atau gas rawa yang tersimpan dalam lapisan tanah. "Wilayah Butuh dulunya banyak rawa, namun lama-lama tertimbun. Timbunan organik itu menimbulkan gas dan keluar ketika dilakukan pengeboran," katanya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI