Kemarau Panjang, BPBD Magelang Siapkan 600 Tanki Air Bersih

MAGELANG, KRJOGJA.com – Mengantisipasi terjadinya kemarau panjang di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang, Pemkab Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, telah menyiapkan sebanyak 600 tanki bantuan air bersih. Ada beberapa Kecamatan yang perlu diantisipasi manakala terjadi kekeringan tersebut, antara lain Kecamatan Borobudur, Salaman dan Tempuran. 

"Saat ini kita sudah menyiapkan 600 tanki. Satu tankinya berisi 5000 liter air bersih. Untuk saat ini, dari 600 tangki itu, kami sudah dropping sebanyak 300 tangki," kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Selasa (30/7/2019). 

Menurut informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), kata Edi, untuk wilayah Jawa Tengah sendiri diperkirakan akan mengalami kemarau dari bulan Mei sampai dengan bulan September. Sedangkan secara seporadis, untuk wilayah Magelang sendiri akan terjadi kemarau mulai bulan Juni.  

"Namun kita akan merasakan musim kemarau paling lama sekiar 9 sampai 15 pekan (3 bulan), tapi faktanya hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kekeringan," lanjutnya. 

Untuk diketahui, saat ini pihak BPBD Kabupaten Magelang sendiri sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Pihaknya juga tengah memikirkan solusi jangka panjang apabila benar-benar terjadi kemarau panjang. "Contohnya seperti pembuatan sumur dan pipanisasi. Kita juga sedang berkoordinasi dengan SKPD terkait lainnya," ungkapnya. 

Disampaikan Edi, jika kemarau Panjang benar terjadi dan meluas, akan dilakukan pencermatan secara khusus lagi. "Fenomena seperti inilah yang akhirnya timbul pertanyaan bagi kita, apakah memang tata guna lahan kita ini sudah mulai berdampak pada hilangnya sumber mata air. Maka kita harus benar-benar mencermati, tentunya juga melibatkan dinas-dinas terkait salah satunya dinas lingkungan hidup," pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI