Kemarau Panjang, Konstruksi Beton Kesulitan Air

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Akibat berlangsungnya kemarau panjang tahun 2019 ini, sejumlah proyek pembangunan jalan dan jembatan berkonstruksi beton di Kebumen kesulitan air. 

Kesulitan mendapatkan air tersebut terjadi pada proyek yang berada di medan yang sulit, yaitu kawasan pegunungan Kebumen. Para rekanan proyek jalan berkonstruksi beton tersebut terimbas kelangkaan air di kawasan pegunungan saat berlangsungnya kemarau panjang ini.

"Padahal fungsi air sangatlah penting bagi terbentuknya beton berkualitas bagus, karena pasca proses pengecoran adonan beton pada pencetaknya maka adonan tersebut harus rutin disirami air setiap hari," ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Hanna Widiawati MT, di ruang kerjanya, Senin (07/10/2019).

Menurut Hanna, mengingat air sulit didapatkan di pegunungan maka rekanan harus bersusah payah mencari air ke kawasan dataran rendah Kebumen.

"Pasca pengecoran, perjuangan membawa air dari dataran rendah ke lokasi proyek di pegunungan harus dilakukan setiap hari dengan susah payah agar pekerjaan konstruksi beton bisa berkualitas bagus," kata Hanna.

Tak hanya masalah penyediaan air untuk penyiram adonan beton, proyek-proyek jalan di kawasan pegunungan Kebumen tahun 2019 ini juga penuh perjuangan dalam pengoperasian alat-alat berat.

"Diantara perjuangan pengoperasian alat-alat berat, beberapa hari lalu dua buah 'dump truck' terguling ke jurang saat menuju lokasi proyek. Kendati selamat, para awak truk mengalami luka-luka dan trauma cukup serius," ujar Hanna.

Terkait pembangunan jalan dan jembatan di Kebumen tahun anggaran 2019, keseluruhan berjumlah 38 proyek dengan pagu anggaran mencapai Rp 107 miliar.

"Sampai hari ini, pekerjaan berkonstruksi beton baru terealisasi 30 persen, sedangkan non beton sudah mencapai 90 persen," ujar Hanna.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI