Kembangkan Ilmu Pertanian, Dua Pemuda Purworejo Magang ke Jepang

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Panji Prasetyo pemuda warga Desa Pringgowijayan Kecamatan Kutoarjo dan Sapto asal Desa Kroyolor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo terpilih mengikuti program magang pertanian di Jepang. Panji akan bekerja dan belajar ilmu ternak di peternakan sapi daerah Tokyo, sedangkan Sapto ditempatkan di sentra budidaya sayur serta hortikultura wilayah Niigata.

Keduanya terpilih setelah mengikuti seleksi ketat yang diselenggarakan Kementerian Pertanian RI. "Peserta seleksi berasal dari berbagai kabupaten seluruh Indonesia. Informasinya total ada 49 pemuda lolos seleksi dan akan berangkat," ujar Penyuluh Pertanian
Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kabupaten Purworejo, Hartoyo, kepada KRJOGJA.com, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya, keduanya lolos sebagai pemuda tani yang dinilai memiliki kecakapan dalam budidaya pertanian di desa masing-masing. Selain menguasai teknik budidaya, mereka juga aktif di kelompok tani desa.

Keduanya direncanakan berangkat pada 28 Maret 2018 ke tempat pendidikan di Ciawi Bogor. Mereka akan menjalani pelatihan dan pengenalan budaya Jepang selama kurang lebih sebulan sebelum berangkat ke Negeri Matahari Terbit itu April 2018.

Panji Prasetyo akan menjalani magang selama sebelas bulan, sedangkan Sapto selama delapan bulan. Mereka juga akan memperoleh penghasilan dari perusahaan tempat magang. "Tetapi lebih penting dari penghasilan adalah mereka akan mendapat ilmu, teknik budidaya baru dan teknologi tepat guna yang diterapkan di Jepang. Ilmu itu yang penting untuk memajukan sektor pertanian khususnya di Purworejo," tegasnya.

Keduanya, katanya, telah pamitan dengan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM di ruang dinasnya. "Bupati juga berpesan agar keduanya semaksimal mungkin menyerap ilmu, dengan harapan bisa diaplikasikan di Purworejo," ucapnya.

Ditambahkan, Kabupaten Purworejo telah memberangkatkan delapan pemuda untuk magang pertanian di Jepang sejak tahun 1976. Mereka kembali dan sebagian mengaplikasikan ilmunya untuk mengembangkan potensi pertanian lokal.

Panji Prasetyo mengemukakan, tujuan utamanya ke Jepang tetap untuk menimba ilmu peternakan. Ia berencana mengaplikasikannya di Pringgowijayan setelah kembali. "Desa kami ada budidaya sapi potong yang diintegrasikan dengan pertanian padi. Sekarang sudah berjalan baik, tapi kalau ada ilmu baru dari Jepang, hasilnya akan lebih maksimal," tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI