Kemendes Buat Film Promosikan Desa Wisata Penunjang Borobudur

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi akan membuat film-film pendek yang akan mempromosikan desa wisata penunjang Candi Borobudur. Langkah tersebut dilakukan selain sebagai laporan kinerja, juga promosi potensi desa kepada para wisatawan.

"Sejauh ini desa wisata yang menjadi penyangga Candi Borobudur telah berkembang jauh. Kemendes telah berperan dalam mendorong desa mengangkat potensi dimilikinya," ujar Kepala Badan Litbang, Pendidikan, Pelatihan dan Informasi Kementerian Desa, PDT dan Transmigasi, Ir Eko Sri Haryanto MM saat mengunjungi dua desa wisata penyangga Candi Borobudur, yakni Wonorejo dan Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (26/07/2019).

Ikut mendampingi Kantor Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta (BBLMY) Erlin Chaerlinatun M dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Magelang, Sujadi. Eko diterima kepala desa Wonorejo dan Karangrejo yakni, Umi Aminah dan M Heli Rofikun.

Menurut Eko, keberadaan Candi Borobudur dapat dimanfaatkan oleh desa sekitar untuk meningkatkan perekonomian desa. Tidak hanya ekonomi warganya, juga pendapatan desa mengalami peningkatan. Dengan keberadaan Bumdes, sangat berperan menarik wisatawan untuk berkunjung desa menikmati destinasi wisata desa, sekaligus tinggal di home stay yang tersedia.

Dalam kunjungan di dua desa tersebut, Eko berbincang dengan pengelola Bumdes hingga Kepala Balai Pariwisata dan Pokdarwis Desa. Dalam perbicangan tersebut, mereka ingin agar desa penyangga ini terus mengalami kemajuan, termasuk dalam pertumbuhan ekonomi. Namun terdapat beberapa kendala, yakni pendanaan seperti biaya untuk pementasan tari hingga infrastruktur penunjang.

Menurut Eko, guna mengangkat desa sehingga kian dikenal, maka diperlukan promosi yang gencar. Tentu promosi itu membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Namun hal tersebut bisa diatas dengan dukungan Pemda dan juga sponsor.
Salah satu contoh yang pernah dilakukan Kabupaten Banyuwangi dengan menggelar festival besar yang dampaknya  adalah banyaknya wisatawan yang berkunjung ke festival dan kemudian dimanfaatkan oleh desa. Melalui festival itu, nama desa kian dikenal.

Eko juga menegaskan bahwa peran Bumdes dalam mengembangkan potensi wisata, salah satunya sangat tergantung pada komitmen kepala desa. Dalam pengembangan Bumdes, membutuhkan inovasi yang besar, agar muncul keunikan-keunikan yang bisa digarap sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata desa. (Jon)

BERITA REKOMENDASI