Kemenkes Beri Bantuan untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Kementerian Kesehatan RI menyalurkan sebanyak 4 ton makanan tambahan untuk ibu hamil dan makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) untuk 35 kelompok posyandu di 35 Desa di Kabupaten Temanggung. Penyaluran yang dibantu sebuah partai politik tersebut untuk membantu program penciptaan generasi emas Indonesia.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Harry Poernomo Senin (12/12/2016) mengatakan bantuan MP ASI dan makanan tambahan untuk ibu hamil untuk penciptaan generasi emas di Indonesia, khususnya dari Temanggung. Generasi itu adalah generasi yang sehat fisik dan mental yang diharapkan punya daya saing ke depan dan dapat berkiprah di dunia Internasional.

"Kita dukung pemeritah dalam penciptaan generasi emas, kami juga punya program revolusi putih, berupa pembagian susu pada masyarakat, dalam penciptaan generasi yang cerdas dan sehat," katanya.

Bantuan tersebut, ujarnya, disalurkan pada 35 kelompok posyandu di 35 desa. Satu kelompok posyandu mendapat 8 kardus MP ASI dan makanan tambahan untuk ibu hamil. Diharapkan bantuan yang tidak banyak tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dia mengingatkan yang terpenting adalah setelah mendapat bantuan tersebut, anak dan ibu hamil harus terus mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Makanan tersebut tidak harus mahal, sebab ada di lingkungan sekitar dan hanya bagaimana memanfaatkannya. "Generasi emas itu perlu kontinuitas dalam mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi," tegasnya.

Dia mengatakan selain di Temanggung, penyaluran serupa juga pernah dilakukan di Magelang, dan kedepan akan di Purworejo, Wonosobo dan Kebumen. Harapan didaerah-daerah itu tercipta generasi emas, dan tidak ada lagi anak dan ibu hamil yang kekurangan gizi.

Dia berpesan pada segenap pengurus partai Gerindra setempat untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat, dengan membantu program-program pemerintah namun disisi lain jika perintah akan melenceng untuk diingatkan. "Pemerintah harus di dukung tetapi juga dikritik bila akan melenceng," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI