Kemenparekraf Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Masih minimnya pelaku usaha disektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran HKI ke sejumlah daerah. Dari data Kemenparekraf, sejak 2016 lal, baru ada 7684 pelaku usaha yang sudah terdaftar dan memiliki kekayaan intelektual (KI).

“Ada beberapa faktor penyebab masih minimnya pendaftar itu. Diantaranya masih minimnya pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha kreatif memanfaatkan HKI dan proses pendaftarannya,” kata Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, DR Ir Ahmad Rekotomo, saat sambutan pada pembukaan acara sosialisasi dan fasilitasi HKI di Hotel Atria Kota Magelang, Kamis (12/11/2020).

Disampaikan Rekotomo, pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penggerak dan daya ungkid untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan makmur. Untuk sasaran menjangkau pertumbuhan ekonomi berbasis Kekayaan Intelektual (KI).

“Saat ini, kebutuhan akan hak kekayaan intelektual menjadi sebuah keharusan. Tujuannya agar si pemilik memiliki hak untuk mengelola kekayaannya secara bebas. Untuk kegiatan ini, Kemenparekraf menggandeng, UNS dan Kemenkumham,” lanjutnya.

Ditambahkan Direktur Fasilitas Kekayaan Intelektual Kemenparekraf, Dr Ir Robinson Sinaga, selama empat tahun ini atau sejak 2016 lalu, baru ada 7684 pelaku usaha yang terdaftar. Rinciannya, tahun 2016 ada (1.172 pendaftar), 2017 ada (1.805 pendaftar), 2018 ada (2.693) dan tahun 2019, ada (1.984).

“Untuk tahun 2020 ini, target ada 1250 orang. Mereka akan disasar di delapan kota di Indonesia. Diantaranya di Kota Palu, Kupang, Gianyar, Banyuwangi, Manado dan lainnya,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi dan fasilitasi ini, lanjut Robinson, bertujuan membangun kesadaran dan apresiasi publik terhadap HKl dan mengoptimalkan manfaat ekonomi pelaku usaha disektor ekonomi kreatif sebagai pemegang hak kekayaan intelektual. “Bentuk kegiatan ini adalah membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendaftarkan kekayaan intelektual melalui bantuan teknis dan finansial,” lanjutnya.

Sementara Ketua Pelaksana dari UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta), Agus Tri Haryanto mengatakan, yang difasilitasi untuk kegiatan ini adalah hak cipta, merk dan desain industri. “Dari delapan kota yang disasar program ini tahun 2020, kami melakukan di empat kota. Yakni Palu, Kupang, Gianyar dan Magelang. Target kami akan mendapatkan 375 kekayaan intelektual yang terdaftar. Untuk di Magelang, kami targetkan ada 93 pendaftar,” jelasnya.

Sedang Bupati Magelang, yang diwakili Kepala Bappeda dan Litbangda, drs Sugiyono mengapresiasi kegiatan ini. “Kami mengapresiasi kegiatan ini. Karena dengan hak kekayaan intelektual para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif diakui, mereka menjadi lebih bebas berkreasi,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI