Kementrian PUPR Kembali Bangun Jembatan Gantung di Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kementrian PUPR kembali akan membangun jembatan gantung di Kabupaten Magelang pada akhir tahun 2020 ini. Jembatan diatas Sungai Soti ini, akan menghubungkan warga di dua desa di Kecamatan Pakis dan Candimulyo. Yakni Dusun Wiropati di Desa Banyusidi dan Dusun Gemawang di Desa Surodadi.

“Jembatan ini terealisasi berkat aspirasi dari Bapak Ir Sudjadi, anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Saat kunjungan ke desa kami beberapa waktu lalu, beliau mendengarkan keluhan kami. Dimana saat kami akan ke surodadi dan sebaliknya, harus memutar sangat jauh. Butuh waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Namun dengan adanya jembatan ini, cukup lima menit sudah sampai,” kata Kepala Dusun Wiropati, Sulis disela-sela tasyakuran dimulainya pembangunan jembatan ini, Jumat (23/10/2020).

Kades Banyusidi, Yuwono menambahkan, jika jembatan ini nantikan akan multi fungsi. Selain memperlancar transportasi warga, juga mampu mendukung dari sisi pendidikan. “Yang utama tentu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Tapi juga membantu anak-anak yang akan bersekolah. Tidak perlu memutar lagi, saat berangkat maupun pulang sekolah,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Camat Pakis, M Taufik dan Camat Candimulyo, Mulyono. “Kami mengapresiasi pembangunan jembatan ini. Semoga jembatan gantung ini kedepan, akan meningkatkan taraf hidup warga. Baik di desa banyusidi maupun di surodadi. Disisi lain juga diharapkan mampu meningkatkan tali silaturahmi, kerjasama, persatuan dan kesatuan antar desa di dua kecamatan. Yakni Pakis dan Candimulyo,” harapnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Propinsi Jateng, Dinar Pangayoman dalam kesempatan itu mengatakan, jembatan gantung ini menelan dana sebesar Rp 2,5 Miliar. Untuk panjang jembatan sekitar 42 meter. Sedang lebarnya sekitar 1,8 m.

“Jembatan ini dibangun oleh Kementrian PUPR, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah – DIY. Dan sebagai pihak pelaksananya, adalah PT Arcon Teknik Indonesia. Untuk waktunya sampai pertengahan tahun 2021 mendatang,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI