Kemiskinan di Jateng, Kabupaten Magelang Ranking 20

MAGELANG, KRJOGJA.com – Meski memiliki Candi Borobudur yang setiap tahun didatangi lebih dari 2 juta wisatawan, namun kenyataannya angka kemiskinan di Kabupaten Magelang, masih tinggi. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kabupaten Magelang berada diurutan 20. 

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, pada acara Konsultasi Publik Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Magelang tahun 2021, di Pendopo Soepardi, Kota Mungkid, Kamis (16/01/2020). 

"Hingga sampai tahun 2020 ini, angka kemiskinan di Kabupaten Magelang masih cukup tinggi, yakni mencapai 10,6 persen, dengan menduduki ranking ke 20 dari 35 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Angka 10,6 persen ini adalah masyarakat yang sangat miskin. Sementara masyarakat yang berpenghasilan rendah masih sekitar 40,6 persen. Itu yang tercatat di Basis Data Terpadu (BDT)," kata, Edi dalam sambutannya.

Ia berharap, terkait dengan program-program pengentasan kemiskinan kedepan haruslah dilandasi dengan BDT tersebut. "Saya mohon juga bantuan teman-teman dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Segala bentuk aspirasi akan kita tampung dan kita salurkan sesuai dengan BDT tersebut agar tepat sasaran," ujarnya.

Menurut Edi, angka kemiskinan di Kabupaten Magelang tersebut sangat bisa diatasi mengingat Kabupaten Magelang memiliki sejumlah potensi yang luar biasa, meliputi potensi pariwisata, potensi pertanian, dan sumber daya alam yang melimpah. "Potensi ini apabila dikelola dengan baik, tentu akan berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi Magelang saat ini sudah ditetapkan sebagai kawasan super prioritas pembangunan pariwisata dari pemerintah pusat. Jelas kesejahteraan akan meningkat," jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto menjelaskan bahwa, konsultasi publik tersebut bertujuan untuk mendapatkan saran serta masukan dan harapan dari seluruh stakeholder dalam rangka penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2021."Tentu saran dan pemikiran dari seluruh peserta konsultasi publik ini sangat kami harapkan," imbuh Adi. (Bag)

BERITA REKOMENDASI