Kemiskinan Indikator Ketidakberhasilan Pembangunan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menandaskan bahwa tingginya angka kemiskinan penduduk menjadi indikator ketidakberhasilan pembangunan suatu daerah. Termasuk Kabupaten Purworejo yang masuk zona merah.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, untuk bersinergis mengentaskan penduduk dari kemiskinan. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten (Pemkab) namun juga provinsi,” kata Heru Sudjatmoko pada rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan di pendapa rumah dinas bupati Purworejo, Senin (23/10) sore.

Rakor diikuti para camat, kepala desa (Kades), organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi serta lembaga terkait. Rapat dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Yuli Hastuti SH dan Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi MM. Pada kesempatan itu Wagub Heru Sudjatmoko juga menyerahkan bantuan sosial rumah tidak layak huni untuk 578 keluarga.

Purworejo menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Drs H Pram Prasetyo Achmad MM, dari jumlah penduduk sekitar 780.000 jiwa terdapat sekitar 14,27 persen  penduduk miskin. Mereka tersebar di 494 desa dan kelurahan. Jumlah itu menduduki peringkat 13 kabupaten/kota miskin di Jawa Tengah. “Kondisi kemiskinan ini sudah berkurang sejak tahun 2011, karena meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Sedang program yang dilakukan untuk pengentasan kemiskinan diantaranya dengan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan warga miskin, dengan berbagai bantuan dari APBD.

Untuk mengentaskan kemiskinan ini menurut Heru Sudjatmoko, penduduk miskin harus bersekolah. “Kita sedang merancang program asrama khusus untuk anak miskin agar mereka bisa bersekolah,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI