Kemiskinan Jadi Perhatian, Diperlukan Membuat Monografi Desa

MAGELANG, KRJOGJA.com – Masalah penanggulangan kemiskinan, termasuk upaya penurunan angka kemiskinan, memperoleh perhatian Pemerintah Kabupaten Magelang. Bahkan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Bina Karya Setda Kabupaten Magelang, Kamis (27/12/2018), masalah penanggulangan menjadi perhatian utama. 

Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang Drs Sugiyono diantaranya mengatakan rakor yang dihadiri banyak pihak ini diantaranya sebagai evaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan dengan melihat capaian indikator-indikator kemiskinan dari berbagai bidang, yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar. 

Juga untuk melakukan koordinasi, harmonisasi dan integrasi berbagai program atau kegiatan penanggulangan kemiskinan, untuk mencari masukan atau usulan-usulan sebagai bahan merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan.  

Selain itu juga sebagai salah satu upaya untuk mencari solusi terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi daerah dalam penanggulangan kemiskinan, serta untuk sinkronisasi program kegiatan penanggulangan kemiskinan ke dalam Dokumen Strategis Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kabupaten Magelang 2019-2023. 

Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP secara terpisah kepada wartawan usai membuka rakor mengatakan rakor ini juga untuk mengintervensi agar percepatan penanggulangan kemiskinan ini masih bisa di bawah angka 5 persen atau 6 persen yang akan dicapai. Menurut Bupati Magelang, yang paling penting ada kebersamaan di seluruh lini yang ada atau seluruh SKPD yang ada tidak ada ego sektoral, untuk saling memberikan suport dan dukungan.  

Yang pertama akan bicara masalah basis data. Basis data ini menjadi penting untuk menuju ke depan. Data yang berbeda-beda, menurut Bupati Magelang, akan menyebabkan suatu persoalan. Data statistik yang ada di provinsi kadang juga berbeda dengan data yang ada di daerah.

Dalam hal ini, Bupati Magelang memandang perlunya membuat monografi desa bersama BPS untuk dapat mengakuratkan data-data, sehingga benar-benar sesuai dengan kondisi riil dan eksisting yang ada. "Kalau tidak, nanti hanya berkutat pada persoalan angka," kata Bupati Magelang yang didampingi Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang maupun lainnya.(Tha)

BERITA REKOMENDASI